Sepeda Brompton Dibanderol Ratusan Juta? Jangan Tertipu, Cek Dulu Faktanya


Selasa, 30 Juni 2020 - 09:23:58 WIB
Sepeda Brompton Dibanderol Ratusan Juta? Jangan Tertipu, Cek Dulu Faktanya Ist

HARIANHALUAN.COM - Gunjang-ganjing jagad sepeda di Tanah Air yang tak hanya diwarnai dengan menjamurnya para penikmat sepeda, tapi pun dibarengi dengan melambungnya harga masih terus berlanjut.

Salah satu merek yang sejak awal disoroti karena kenaikan harga yang luar biasa adalah sepeda lipat handmade asal London, Inggris, Brompton.

Oleh para penikmat dan konsumen sepeda fenomena yang dilakukan oleh banyak penjual ini disebut dengan istilah "menggoreng" harga.

Sejumlah pakar marketing, yang umumnya menilai kenaikan harga terjadi karena minimnya pasokan, disertai dengan tingginya permintaan.

Kondisi pandemi Covid-19 diduga menjadi penyebab kekosongan stok sepeda Brompton, tak hanya di Indonesia, tapi pun di sejumlah dealer resmi di negara-negara lain.

Alhasil, para spekulan atau pedagang musiman bermunculan dengan mematok harga yang jauh dari harga normal.

Keadaan ini mendorong Lukman Hakim, yang adalah seorang penikmat Brompton yang juga melakukan bisnis jual beli untuk angkat bicara.

Lukman -yang biasa disapa dengan sebutan Sibor oleh anggota komunitas Brompton, mengaku mendapatkan banyak pertanyaan mengenai berapa harga wajar Brompton di tengah kondisi yang tak normal ini.

Melalui akun Instagram-nya @borbrompt, Sibor membuat tabel dengan harga dasar yang dipakai sebagai patokan harga normal dari harga penjualan terakhir di bulan April-Mei 2020 lalu. 

Dalam perbincangan dengan Kompas.com, Senin (29/6/2020) malam, tabel yang dibuatnya itu adalah prediksi personalnya, dengan menaikkan harga sebanyak 20-30 persen di atas harga normal.

" Harga yang menurut gue masih dalam kategori wajar dalam kondisi over demand seperti sekarang ini, yaitu 20-30 persen di atas harga normal," sebut dia.

Dia mencontohkan, untuk varian M6L Basic ketika kondisi masih normal dibanderol seharga Rp 33 juta.

Maka, dalam kondisi seperti sekarang ini, harga wajar yang masih bisa diterima adalah sekitar Rp 39,6 juta.

Lalu, contoh lainnya, varian M6L Black Edition yang biasanya seharga Rp 38 juta, maka harga wajar yang masih bisa ditoleransi saat ini adalah Rp 45,6 juta.

Sibor menegaskan estimasi tersebut adalah pendapat pribadinya sebagai penikmat Brompton.

"Harga prediksi gue setelah kondisi over demand ini berakhir -dengan mulai masuknya stock di dealer Brompton Indonesia, diharapkan dapat menstabilkan harga."

Sibor pun berbagi informasi tentang keberadaan tiga dealer resmi Brompton di Indonesia, yakni Velomix Bike Shop, One Bike Shop, dan Spin Warriors.

"Prediksi gue harga new normal maksimal hanya akan naik 10 persen dari harga normal, tapi harapan gue sih tetep di harga normal," sebut dia.

Artinya, jika tadi disebut M6L Basic seharga Rp 39,6 juta, maka kemungkinan setelah pasokan Brompton kembali normal, maka harganya akan berkisar di Rp 36 juta.

Sementara, untuk varian M6L Black Edition, akan dibanderol sekitar Rp 45,6 juta.

Sibor berharap estimasinya ini dapat memberikan gambaran pada para peminat Brompton, sebelum memutuskan untuk membeli sepeda incarannya, di tengah melambungnya harga.

Peringatan serupa sudah sempat pula dibagikan oleh Baron Mertanegara, pendiri komunitas Brompton Owner Group Indonesia ( BOGI), melalui sebuah unggahan video di akun media sosial BOGI.

“Ada yang menggoreng harga CHPT3--versi kolaborasi Brompton, di online shop dan sosmed, harganya sudah Rp 100 juta-Rp 250 juta, gelo bray.”

Baron mengaku tidak setuju dengan praktik pedagang yang mengambil untung terlalu banyak.

Ia menilai, persoalan harga tersebut sengaja "digoreng" agar harga naik. Namun sayangnya, harga yang ditawarkan tidak manusiawi.

Lebih jauh, bagi calon pembeli Brompton, Baron mengajak untuk berpikir jernih.

“Bray, nanti kalo ente punya duit Rp 250 juta, mending jalan-jalan sama gue ke London, beli tiket PP, oleh-oleh, Brompton. Bahkan bisa beli LV buat istri,” tutur Baron.

“Pikniknya dapet, sepeda dapet, oleh-oleh dapet. Balik pun masih sisa,” tambah dia.

Mengingat kondisi yang kian menggelisahkan ini, Baron mengimbau para calon pembeli untuk bersabar.

Dia menyebutkan, pandemi Covid-19 memang membuat produksi Brompton di London berkurang dan pengiriman juga mengalami kendala. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]