BERITA artikel

Senin,12 Februari 2018 - 20:25:50 WIB

Yousri Nur Raja Agam, “Presiden” Indonesia Lima Menit

Presiden Indonesia “bertambah” satu orang pada 9 Februari 2018. Pada hari itu, Presiden Indonesia, Jokowi, menyerahkan “mandat” kepada seorang wartawan untuk menjadi “presiden” selama kurang lebih lima menit. Pergantian “kepala negara” tersebut disaksikan oleh 24 pejabat tinggi negara, 31 duta besar negara sahabat, ratusan wartawan, dan masyarakat Padang.

Rabu,07 Februari 2018 - 09:59:39 WIB

Minangkabau Summit: Peringatan HPN untuk Siapa?

Menjelang akhir Januari yang lalu, Karni Ilyas kena rundung (bully) karena cuitannya di Twitter tentang kebiasaan buruk pemakaian bahasa Inggris di ruang publik.

Jumat,02 Februari 2018 - 09:41:43 WIB

Doa-doa untuk Kapolda dan Ketua DPRD Sumbar

Di luar lobi hotel, seratusan karyawan Basko Hotel dan Basko Grand Mall berdesakan menunggu Kapolda dan Ketua DPRD Sumbar keluar. Sejak pagi mereka sudah berkumpul, untuk mendengarkan keputusan lanjutan dari sejumlah negosiasi terkait operasional hotel dan mal, tempat mereka bekerja. “Tidak hanya kami yang menunggu kepastian, tapi juga keluarga di rumah. Hidup kami bergantung di sini. Jika operasional berhenti, hidup kami tak beraturan jadinya,” papar sejumlah karyawan.

Kamis,01 Februari 2018 - 10:02:26 WIB

Pengharagaan dari Kapolda Sumbar

Dari yang Suka Menolong, Hingga Berhasil Ternak Bebek

Menjadi polisi, tak melulu berurusan dengan tindak pidana. Mereka juga menjadi bagian dalam keseharian masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi kecil hingga persoalan kemanusiaan.  Hal itu tentu menjadi sesuatu yang luar biasa. Dan kemarin, empat personel polri yang berbuat luar biasa itu menerima penghargaan dari Kapolda Sumbar.

Kamis,25 Januari 2018 - 01:05:32 WIB

Catatan Ringan Bhenz Maharajo

Mengembalikan Martabat (Musda) KNPI Sumbar

Organisasi sebesar KNPI semestinya tidak lagi memakai cara-cara kuno dan transaksional dalam berproses. Sekali lagi, KNPI bukan pasar, tempat jual beli dilaksanakan. Bukan pula banjakan, yang bisa ditumpangi untuk kepentingan tertentu, baik pribadi, atau kepentingan di luar kepemudaan. Jika ada yang menyebut KNPI Sumbar sudah mati langkah, itu tak lebih dikarenakan sedari awal, organisasi ini tak lagi berproses layaknya kamp-kamp perjuangan, penuh taktik, strategi dan pertimbangan dalam pembangunnya. Maka, untuk mengembalikan muruah, harus ada yang berani keluar dari zona nan demikian, melawan segala dan membuka ikatan-ikatan untuk bisa bergerak mandiri dan menentukan nasib sendiri. Bung bagaimana? Mau keluar dari cengkraman atau masih betah hidup di bawah bayang-bayang? Mari membuka lembaran KNPI yang baru lewat Musda yang bermartabat dan terhormat!

Rabu,24 Januari 2018 - 09:41:47 WIB

Mengasihi Lingkungan Lewat Asih

AINI berlari kecil menuju tiga deret tong sampah berlainan warna. Tangannya menggenggam erat sampah plastik sisa makanan, yang ia pungut di dekat gerbang sekolah. Sesampainya di deretan tong sampah, tanpa ragu ia memasukkan sampah itu ke tong sampah berwarna merah.

Sabtu,20 Januari 2018 - 11:11:35 WIB

Basko Dulu Diminta Pulang Kampung

Membaca judul berita utama Haluan, Jumat kemarin,”Basko “Dihabisi” di Kampung Sendiri”, mengingatkan saya pada sekian puluh tahun silam, ketika saya menjadi notulen Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin (Alm) di ruangan kerjanya.

Jumat,19 Januari 2018 - 01:16:17 WIB

Pahlawan di Tanah Ombak

Obituarium Pak Acin, Orang Biasa yang Luar Biasa

Kami sepakat, akan mengenang Pak Acin, sebagai salah satu tokoh penting Tanah Ombak. Ia simbol perlawanan terhadap kebodohan dari orang biasa, demi generasi Purus masa depan yang hebat. Walau tak diucapkannya, tapi kepergiannya menyiratkan betapa sosok Pak Acin tak tergantikan.

Selasa,16 Januari 2018 - 21:51:09 WIB

Tengaran Aksara Slogan Padang Kota Tercinta

Pemerintah Kota (Pemko) Padang membuat bangunan aksara bertuliskan slogan kota tersebut di puncak Gunung Padang (sebenarnya bukan gunung, melainkan bukit). Banyak media massa menyebut bangunan huruf itu sebagai tagline atau slogan, dan tulisan besar. Benarkah sebutan tersebut?

Selasa,09 Januari 2018 - 23:10:14 WIB

Quo Vadis Sepakbola Sumbar

Tahun 2017 bak lembaran hitam bagi sepakbola Sumbar. Puncaknya, saat satu-satunya tim elite di kancah sepakbola nasional asal Sumbar, Semen Padang FC terlempar ke level kompetisi kelas dua, Liga2. Sejak itu, sepakbola di daerah yang punya sejarah panjang sepakbola di Indonesia ini seperti buram. Semua komponen seperti tertunduk layu, seperti tak tahu mesti bagaimana.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM