Sempat Terjadi Pengejaran 1 Kapal Ikan Illegal Asing di Perairan Indonesia dan Berakhir Penangkapan

- Jumat, 10 September 2021 | 16:29 WIB
Kapal Asing Ditangkap KKP
Kapal Asing Ditangkap KKP

HARIANHALUAN.COM - Sempat terjadi aksi pengejaran kapal penangkap ikan illegal (Illegal fishing) asal Malaysia di perairan wilayah pengelolaan perikanan Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Aksi tersebut lantaran kapal illegal fishing asal Malaysia mencoba kabur namun berhasil diamankan.

“Operasi pengawasan oleh KP. Hiu 16 menangkap satu kapal ikan asing ilegal yang mengoperasikan alat tangkap trawl di Selat Malaka pada Senin (6/9/2021),” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin.

Adin mengatakan aksi pengejaran seketika (hot pursuit) sebab kapal mencoba kabur menuju unresolved maritime boundaries.

“Ini modus yang sering dilakukan, mereka mencoba lolos dari jerat hukum kita dengan melarikan diri ke overlapping claim area, padahal melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia,” ujar Adin.

Satu apal ikan asing illegal itu berbendera Malaysia yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka.

Penangkapan pelaku illegal fishing di dekat overlapping claim area menunjukkan kesigapan aparat Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP dalam menjaga wilayah-wilayah rawan illegal fishing di perairan Indonesia.

Kapal berbendera Malaysia, PK 6911F diawaki oleh enam orang awak kapal yang seluruhnya berkebangsaan Myanmar ditangkap pada saat melakukan pencurian ikan di Selat Malaka. Saat ini kapal tersebut di ad hoc ke Stasiun PSDKP Belawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa penegakan hukum di Selat Malaka ini memang memberikan tantangan tersendiri dengan adanya wilayah ‘grey area’ tersebut.

Sebagaimana diketahui antara Indonesia dan Malaysia masih terdapat batas maritim yang belum disepakati. Kedua negara sepakat melaksanakan tindakan pengusiran jika terjadi pelanggaran di wilayah unresolved maritime boundaries antara kedua negara tersebut.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: kkp.go.id

Tags

Terkini

PLN Sumbar Kenalkan Motor Listrik ke Pejabat Publik

Kamis, 9 Desember 2021 | 19:32 WIB

PKS: Pembahasan RUU IKN Jangan Tergesa-gesa

Kamis, 9 Desember 2021 | 14:00 WIB
X