Ngeri! KKB Tembak TNI dan Bakar Fasilitas Publik

- Senin, 13 September 2021 | 15:55 WIB
Kebakaran yang diakibatkan oleh KKB pimpinan Lamek Taplo terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). Foto Ist
Kebakaran yang diakibatkan oleh KKB pimpinan Lamek Taplo terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). Foto Ist

HARIANHALUAN.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan kontak senjata dengan TNI di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (13/9/2021).

KKB dibawah pimpinan Lamek Taplo lakukan kontak senjata dengan Satuan Tugas Pamtas Yonif 403/WP dan menyebabkan satu orang prajurit TNI terluka. KKB juga membakar sejumlah fasilitas publik di distrik tersebut.

Dilansir dari sindonews.com, sejumlah fasilitas publik yang dibakar, Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok dan SD Inpres Kiwirok.

Dalam kontak senjata itu, Prada Ansar seorang anggota Pos Pamtas Yonif 403/WP dilaporkan terkena tembak di lengan kanan.

Informasi lainnya yang diterima MNC Media menyebutkan bahwa satu gedung Puskesmas, satu gedung bank perwakilan, pasar dan sejumlah rumah penduduk di wilayah itu dibakar oleh KKB.

Dari informasi lainnya yang didapatkan sesuai laporan pihak keamanan setempat, diketahui bahwa KKB wilayah Ngalum Kupel yang saat ini berada di Puncak Gunung Wina (perbatasan antara Distrik Kiwirok dan Distrik Batom) berjumlah 21 orang dengan pimpinan Lamek Alepki Taplo, dengan perbekalan tujuh pucuk senjata api campuran.

Aparat keamanan juga telah mengendus pergerakan kelompok bersenjata tersebut, dimana diketahui sekitar 25 orang simpatisan kelompok yang diklaim pemerintah Indonesia sebagai Kelompok Separatis Teroris Bersenjata (KSTB) dari Distrik Oksop bergerak menuju Distrik Batom dengan tujuan untuk bergabung bersama 21 orang yang sudah berada di puncak Gunung Wina dengan membawa tujuh pucuk senjata api campuran, panah, dan parang.

Atas situasi keamanan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang yang tidak kondusif, dilaporkan bahwa sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dan guru kontrak yang berada di wilayah itu akan dievakuasi ke Kota Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Informasi via telpon dari salah seorang dokter yang bertugas di Distrik Oksop bahwa sejumlah nakes dari Distrik Oksop rencananya akan dievakuasi menuju Kota Oksibil dan guru menuju ke bandara Jayapura," ungkap salah satu sumber.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

15 Warga Pariaman Bakal Dilatih Daur Ulang Sampah

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:48 WIB

66 CPNS Solok Terima SK Pengangkatan PNS

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:45 WIB

Ingat! Satpol PP Padang Garda Terdepan Penegak Perda

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:16 WIB
X