Kasus Dugaan Penyelundupan Manusia, Polda Kepri Bekuk Lima Tersangka

- Rabu, 15 September 2021 | 20:16 WIB
Agen dan tekong PMI ilegal yang ditangkap oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. (damri/haluankepri.com)
Agen dan tekong PMI ilegal yang ditangkap oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. (damri/haluankepri.com)


HARIANHALUAN.COM - Kasus dugaan menyeludupkan manusia ke Malaysia terbongkar lagi di Kepri. Kali ini Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri membekuk lima orang tersangka tindak pidana perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal.

Baca Juga: Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Korupsi Rp42 Miliar di UIN Suska

Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Donny Siswoyo didampingi Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha dan Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar, Rabu (15/9/2021) menyetakan, kelima tersangka bernisial A, AM, M, AM, dan S, ditangkap pada, Senin (13/9/2021) sekira pukul 02.30 WIB di Jalan Eka Bakti, Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Dikatakan Donny, kronologis kejadian berawal dari informasi dari masyarakat, pada Minggu (12/9/2021) bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan dari Tanjung Uban menuju Malaysia secara ilegal untuk bekerja.

Atas informasi tersebut tim menemukan adanya 7 orang calon PMI ilegal asal Cianjur, Purwakarta, Tegal, dan Indramayu yang telah direkrut oleh pelaku dan sedang dilakukan proses pengurusan keberangatannya.

"Para tersangka menawarkan pekerjaan kepada korban sebagai Asisten Rumah Tangga dan pekerja kebun sawit dengan menjanjikan penghasilan paling kecil sebesar Rp 5 juta hingga Rp 7 juta," ucap Donny, seperti dilansir Haluankepri.com.

Dijelaskan Donny, modus operandi tersangka yaitu dengan melakukan perekrutan, penampungan, pengurusan hingga pemberangkatan PMI ke luar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan ilegal atau pelabuhan tikus.

Karena diiming-iming mendapatkan gaji yang besar, sehingga para korban merasa tergiur dan percaya atas apa yang telah dijanjikan oleh pelaku hingga para korban berniat keberangkatan walau tanpa mengetahui bagaimana prosedur keberangkatan yang resmi sebagai PMI.

"Peran dari 5 tersangka agen PMI Ilegal ini berbeda-beda, ada yang bertugas tukang jemput korban di bandara, tekong kapal, ABK kapal da juga ada yang bertugas menjaga kapal," jelasnya.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluankepri.com

Tags

Terkini

Terus Diminati, Pelanggan Premium PLN Semakin Bertambah

Senin, 27 September 2021 | 19:40 WIB

Terminal Anak Air Padang Siap Diuji Coba

Senin, 27 September 2021 | 18:59 WIB

3 Desa di Pariaman Terima DAK Program Sanitasi Rp1,2 M

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

14 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan Sebagai WBTbI

Senin, 27 September 2021 | 13:45 WIB

Limbah Medis B3 dan TPA di Sumbar Mulai Penuh

Senin, 27 September 2021 | 12:33 WIB
X