Merawat Adat di Pasaman Barat, Nagari Sinuruik Helat 'Sumbang Duo Baleh Bundo Kanduang'

- Jumat, 24 September 2021 | 18:21 WIB
Pemerintah Nagari Sinuruik bersama Bundo Kandung saat menggelar sosialisasi Sumbang Duo Baleh di aula kantor Wali Nagari Sinuruik
Pemerintah Nagari Sinuruik bersama Bundo Kandung saat menggelar sosialisasi Sumbang Duo Baleh di aula kantor Wali Nagari Sinuruik

Hal senada juga disampaikan anggota Bamus keterwakilan perempuan, Defriroza dan sekretaris Bamus Romi Fitra, mereka mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas adanya kegiatan yang mengangkat tema sumbang Duo Baleh tersebut. Karena dengan acara tersebut, akan dapat menjadikan generasi perempuan yang lebih berkarakter dan berakhlak mulia.

"Sosialisasi sumbang duo baleh ini memang sangat perlu disosialisasikan kepada generasi muda, sehingga dapat menjadi generasi muda Sinuruik yang berbudi pekerti dan berbuat sesuai dengan ajaran dan makna yang terkandung Sumbang Duo Baleh sesuai dengan tata krama dan nilai sopan santun," ungkap mereka.

Untuk Mempertegas pemahaman bersama, panitia juga menghadirkan Bundo Kandung Kabupaten Pasbar, Hj.Rosni Latif selaku narasumber yang mengupas tentang tuga dan fungsi Bundo Kandung dalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga tatanan masyarakat kedepannya dan makna yang terkandung dalam Sumbang Duo Baleh.

Rosni Latif menjelaskan peran penting Bundo kandung dalam perkembangan generasi muda kedepan, karena di era yang berkemajuan ini dengan budaya yang sudah bergeser ke arah kemajuan. Sehingga dibutuhkan pembekalan dan dasar kuat bagi semua Bundo Kandung mendidik dan menjaga generasi muda.

"Kami menyambut baik gerakan dan sosialisasi ini, agar kedepannya bisa menjadi adat dan generasi kita," ujarnya.

Rosni menambah, Sumbang Duo Baleh adalah peraturan tidak tertulis dalam adat minang yang berisi tentang tata krama dan nilai sopan santun. Di dalamnya termuat dua belas ketentuan dan larangan yang mesti ditaati oleh setiap perempuan minang. Melanggar aturan ini akan berakibat hukuman malu, tidak hanya kepada dirinya sendiri, tapi juga mamak dan keluarganya.

"Sumbang Duo Baleh menjelaskan bagaimana etika dan tata Krama seorang wanita Minang dalam berbuat, seperti Sumbang duduak (bagaimana etika duduk yang baik), sumbang tagak, (berdiri yang baik), sumbang bakato (berbicara yang baik), sumbang bapakaian (berpakaian yang baik), sumbang bagaua (bergaul yang baik) dan lainnya," terang Rosni mengakhiri. (*)

 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Pariaman Targetkan Zero Stunting Tahun 2024

Senin, 6 Desember 2021 | 14:15 WIB
X