Merawat Adat di Pasaman Barat, Nagari Sinuruik Helat 'Sumbang Duo Baleh Bundo Kanduang'

- Jumat, 24 September 2021 | 18:21 WIB
Pemerintah Nagari Sinuruik bersama Bundo Kandung saat menggelar sosialisasi Sumbang Duo Baleh di aula kantor Wali Nagari Sinuruik
Pemerintah Nagari Sinuruik bersama Bundo Kandung saat menggelar sosialisasi Sumbang Duo Baleh di aula kantor Wali Nagari Sinuruik

PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) gelar acara sosialisasi Sumbang Duo Baleh Bundo Kandung Nagari Sinuruik.

Kegiatan itu merupakan bagian dari cara masyarakat Minangkabau menjaga kehormatan perempuan dan mempertahankan adat dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari, Kamis (23/9/21) bertempat di aula kantor Nagari setempat.

Sosialisasi tersebut melibatkan, sejumlah tokoh dan kaum perempuan bersama Bundo kandung, dari setiap kejorongan dan keterwakilan perempuan dari generasi muda. Langkah ini dilakukan seiring dengan tantangan zaman dan modernisasi yang terus masuk ke Indonesia.

PJ Wali Nagari Sinuruik Faridh Muhammad Ali kepada harianhaluan.com, Jumat (24/9/2021) mengatakan, sosialisasi ini penting dilakukan ditengah tantangan zaman dan goresan pengaruh dunia luar. Masyarakat Minangkabau, terutama generasi muda perempuan harus menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah Nagari dan unsur masyarakat adat di setiap daerah.

Faridh menambahkan, adat dan syarak tidak bisa dipisahkan, perempuan atau Bundo Kandung di Minangkabau memiliki peran penting dalam berbagai hal, termasuk mendapatkan ridho Allah dalam perjalanan hidup, seorang anak harus mendapatkan izin dan restu bagi seoarang ibu atau Bundo Kandung.

"Berkat restu dan peran serta dari Bundo Kandung kita bisa meraih kesuksesan, kami berharap Bundo kandung nagari sinuruik bisa menjadi pelopor dan trenseter untuk anak gadis remaja Minang yang ada di Nagari Sinuruik bagaimana etika yang baik dalam berpakaian, duduk, berbicara, bertingkah laku dan saling menghargai," ujarnya.

Ditambahkan lagi, Bundo kanduang adalah kunci dari perwujudan generasi hebat yang berbudaya. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini diharapkan Bundo Kanduang nantinya akan menjadi Garda terdepan di dalam mewujudkan Generasi Hebat Nagari Sinuruik nan Berbudaya dan bertata kerama yang baik

"Semoga semua peserta bisa memahami dan mempertahankan adat istiadat, terutama definisi sumbang duo baleh yang tak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari," jarnya.

Sementara itu, Bamus Nagari Sinuruik Ajumril mengatakan, Bamus Nagari Sinuruik sangat mengapresiasi kegiatan positif itu Sebab, Bundo Kandung memiliki peran penting dalam peradapan remaja di Nagari Sinuruik kedepannya.

Hal senada juga disampaikan anggota Bamus keterwakilan perempuan, Defriroza dan sekretaris Bamus Romi Fitra, mereka mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas adanya kegiatan yang mengangkat tema sumbang Duo Baleh tersebut. Karena dengan acara tersebut, akan dapat menjadikan generasi perempuan yang lebih berkarakter dan berakhlak mulia.

"Sosialisasi sumbang duo baleh ini memang sangat perlu disosialisasikan kepada generasi muda, sehingga dapat menjadi generasi muda Sinuruik yang berbudi pekerti dan berbuat sesuai dengan ajaran dan makna yang terkandung Sumbang Duo Baleh sesuai dengan tata krama dan nilai sopan santun," ungkap mereka.

Untuk Mempertegas pemahaman bersama, panitia juga menghadirkan Bundo Kandung Kabupaten Pasbar, Hj.Rosni Latif selaku narasumber yang mengupas tentang tuga dan fungsi Bundo Kandung dalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga tatanan masyarakat kedepannya dan makna yang terkandung dalam Sumbang Duo Baleh.

Rosni Latif menjelaskan peran penting Bundo kandung dalam perkembangan generasi muda kedepan, karena di era yang berkemajuan ini dengan budaya yang sudah bergeser ke arah kemajuan. Sehingga dibutuhkan pembekalan dan dasar kuat bagi semua Bundo Kandung mendidik dan menjaga generasi muda.

"Kami menyambut baik gerakan dan sosialisasi ini, agar kedepannya bisa menjadi adat dan generasi kita," ujarnya.

Rosni menambah, Sumbang Duo Baleh adalah peraturan tidak tertulis dalam adat minang yang berisi tentang tata krama dan nilai sopan santun. Di dalamnya termuat dua belas ketentuan dan larangan yang mesti ditaati oleh setiap perempuan minang. Melanggar aturan ini akan berakibat hukuman malu, tidak hanya kepada dirinya sendiri, tapi juga mamak dan keluarganya.

"Sumbang Duo Baleh menjelaskan bagaimana etika dan tata Krama seorang wanita Minang dalam berbuat, seperti Sumbang duduak (bagaimana etika duduk yang baik), sumbang tagak, (berdiri yang baik), sumbang bakato (berbicara yang baik), sumbang bapakaian (berpakaian yang baik), sumbang bagaua (bergaul yang baik) dan lainnya," terang Rosni mengakhiri. (*)

 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Pariaman Targetkan Zero Stunting Tahun 2024

Senin, 6 Desember 2021 | 14:15 WIB
X