Sumbar Siapkan Dana Pendamping untuk Dua TPA

- Sabtu, 25 September 2021 | 14:33 WIB
Dok Harianhaluan.com
Dok Harianhaluan.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar berharap pengembangan dua TPA di daerah itu untuk mengantisipasi persoalan sampah bisa dilakukan menggunakan APBN yang didukung dana pendamping dari APBD.

"Anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan TPA di Sumbar cukup besar sekitar Rp34 miliar. Jika tidak memungkinkan semua menggunakan APBN kita siapkan dana pendamping dari APBD," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat selesai peninjauan bersama Nani Hendiarti Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi di Aia Dingin Kota Padang.

Baca Juga: Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Rencana pengembangan untuk TPA Aia Dingin Padang direncanakan dilengkapi dengan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) yang berfungsi untuk memusnahkan sampah sekaligus menjadi bahan penghasil energi.

Sementara untuk TPA Regional Payakumbuh dengan pembangunan sel baru untuk mengantisipasi kondisi yang sudah kelebihan kapasitas.

Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp22 Miliar, Pembangunan TPA Bukit Buai Tapan Ditargetkan Rampung Akhir 2021

Mahyeldi menyebut persoalan TPA ini sangat mendesak mengingat banyak persoalan sosial yang akan mengiringi jika tidak diselesaikan secepatnya.

TPA Aia Dingin Padang diperkirakan akan penuh pada 2026 jika tidak segera diantisipasi sedangkan TPA Regional Payakumbuh terancam jebol karena kelebihan kapasitas.

"Anggaran pendamping dari APBD akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, sementara anggaran untuk pengembangan lain diharapkan melalui APBN," katanya.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengungkapkan produksi sampah di kota itu mencapai 450 ton perhari dengan 70 persen diantaranya adalah sampah organik.

Saat ini TPA Aia Dingin masih bisa menampung sampah itu, namun diperkirakan 2026 sudah penuh dan tidak bisa dimanfaatkan jika tidak ada pengembangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Siti Aisyah mengatakan RDF di TPA Aia Dingin Padang sangat tepat karena dekat dengan PT Semen Padang yang akan memanfaatkan hasil pengolahan sampah itu sebagai bahan bakar.

Sedangkan untuk TPA Regional Payakumbuh lebih tepat menggunakan Bioteknologi seperti dengan maggot.

Turut hadir pada acara itu, Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutan Republik Indonesia (KLHK RI) Sinta Saptarina Soemiarno, Kepala Balitbang Prov Sumbar Reti Warda, Kepala Dinas PUPR Sumbar dan Pihak Semen Padang serta tamu undangan lainnya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

TP-PKK Muaro Jambi Studi Tiru ke Canloka Agam

Selasa, 30 November 2021 | 22:40 WIB

Indra Lesmana Dilaporkan Hilang di Kepulauan Mentawai

Selasa, 30 November 2021 | 19:11 WIB

Begal dengan Sajam Berhasil Gasak Motor di Kapau Agam

Selasa, 30 November 2021 | 18:55 WIB
X