Seorang Warga Dilaporkan Hilang Diduga Terseret Aliran Sungai Batang Lasi Sijunjung

- Minggu, 26 September 2021 | 09:34 WIB
Keterangan Foto : Personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung dibantu warga setempat saat melakukan pencarian terhadap korban yang diduga hilang terseret arus Sungai aliran Batang Lasi,Minggu (26/9) dengan menggunakan perahu karet.
Keterangan Foto : Personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung dibantu warga setempat saat melakukan pencarian terhadap korban yang diduga hilang terseret arus Sungai aliran Batang Lasi,Minggu (26/9) dengan menggunakan perahu karet.

SIJUNJUNG,HARIANHALUAN.COM - Seorang warga dilaporkan hilang terbawa arus aliran Sungai Batang Lasi, Sabtu (25/9) dinihari di Jorong Kapalo Koto Kenagarian Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan. Dimana korban saat kejadian terakhir terlihat menyebrangi sungai yang debit airnya mulai meningkat dengan membawa hewan hasil buruannya.

Dari informasi yang diperoleh, warga yang dilaporkan hilang tersebut bernama Candra (42) warga Jorong Mangkudu Kedap Nagari Limo Koto Kecamatan Koto VII. Kejadian tersebut bermula saat korban pada Jumat (24/9) malam pergi bersama seorang temannya bernama Adi (43) warga Timpeh Kecamatan Kamang Baru untuk berburu binatang rusa.

Baca Juga: Seorang Pelajar Melihat Seekor Beruang Madu Berkeliaran di Sijunjung

Setelah berputar putar mencari sasarannya, akhirnya korban bersama temannya, Sabtu (25/9) dini hari menemukan seekor binatang jenis rusa yang berada di seberang Sungai aliran Batang Lasi di Jorong Kapalo Koto Nagari Padang Sibusuk.

Korban bersama temannya tersebut langsung mendekati sasarannya dengan menyebrang Sungai melalui bendungan irigasi dan berhasil menembak binatang tersebut dengan senjata api rakitan dengan peluru "kacang kacang" atau bola besi.

Baca Juga: Kapolres Sijunjung Turun Langsung Tinjau Akselerasi Percepatan Vaksinasi

Korban pun bergegas mengambil target buruannya tersebut. Korban yang terlalu bersemangat untuk membawa hewan yang menjadi sasarannya tersebut untuk dibawa pulang, langsung mengikat badan hewan tersebut dibadannya dengan tali agar tidak lepas saat menyebrangi sungai, namun korban tidak menyadari bahwa debit air aliran sungai Batang Lasi mulai meningkat dikarenakan hujan.

Teman korban pun sempat memberikan peringatan kepada si korban agar jangan dulu menyebrang,karena debit air sungai tersebut terlihat mulai naik, namun korban tetap saja ingin menyebrang sungai membawa hewan hasil buruannya tersebut.

Naas, dikarenakan situasi yang gelap dengan pencahayaan yang minim, kawan korban sulit melihat kondisi temannya tersebut menyebrang dan memilih diam di tempat karena takut terbawa arus, sehingga teman korban tersebut pada pukul 10.00 WIB terlihat oleh warga setempat sedang berdiam diri dalam posisi shock dengan pandangan yang kosong serta dipanggil panggil tidak menyahut.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

Bupati Agam Hadiri Maulid Nabi di Nagari Malalak Barat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Pessel Gelar Bakti Sosial Donor Darah di KPPN

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:46 WIB

Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Agam Mencapai 7.569

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:40 WIB

Terpopuler

X