Tim BKSDA Sumbar Turun Lakukan Pengecekan Kemunculan Tiga Harimau Sumatera di Solok Selatan

- Senin, 27 September 2021 | 07:29 WIB
Balai KSDA Sumbar turunkan tim pananganan konflik satwa di Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan
Balai KSDA Sumbar turunkan tim pananganan konflik satwa di Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan

Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono, S TP. M. Sc menurunkan personil Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung yang diketuai oleh Kepala Resort Solok Afrilius. S IP untuk melakukan tindakan penanganan. Hal itu dilakukan guna menciptakan ketentraman pada masyarakat dan juga demi keselamatan satwa liar jenis harimau sumatera dari tindakan pemburu liar.

Langkah awal dari tim ini adalah mengumpulkan keterangan dari saksi mata, selanjutnya mencari jejak di lapangan serta memasang kamera trap. Dari hasil tersebut akan dianalisa jumlah harimau, umur, dan ukuran serta jenis kelamin sebagai pertimbangan lebih lanjut.

Untuk sementara ini, dihimbau kepada warga untuk tidak masuk ke kebun sendirian dan beraktivitas siang hari saja. Mengingat satwa ini berburu pada sore, malam hingga pagi hari. Selain itu masyarakat diharapkan membawa petasan untuk dibunyikan di kebunnya ketika sedang beraktivitas.

Ditemui di Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah,  Minggu (26/9/2021), Kepala Resort Solok Afrilius mengungkapkan akan melakukan penanganan agar masyarakat tenang dan dapat beraktivitas sprti semula. "Dilihat dari lokasi kejadian yang bersebelahan dengan kawasan TNKS kita akan lakukan pengusiran dengan menggunakan bunyi-bunyian dengan meriam karbit yang kita bawa", ujarnya.

Ditambahkan oleh Afrilius bahwa satwa liar jenis harimau sumatera adalah jenis satwa liar yang sangat menghindari kontak dengan masyarakat kalau bukan karna dua hal.  Pertama karena habitatnya yang terganggu oleh aktivitas masyarakat serta bisa juga sudah tidak tersedianya kecukupan satwa mangsa akibat perburuan yang dilakukan oleh masyarakat.

"Kalau benar informasi bahwa harimau tersebut adalah induk dan 2 ekor anaknya, maka kemungkinan sang induk dalam masa menyapih anak untuk berburu satwa mangsa atau makanan. Sebelum kita turun ke lapangan kita dari BKSDA juga sudah berkomukasi dengan rekan-rekan dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan KPHL Batang Hari serta berkoordinasi dengan Polsek setempat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama" ungkapnya. (*)

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Rakerda, HIPMI Sumbar Bakal Bahas Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:23 WIB
X