14 Karya Budaya Sumbar Ditetapkan Sebagai WBTbI

- Senin, 27 September 2021 | 13:45 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengatakan hingga saat ini sudah 41 karya budaya dari Sumbar yang telah  ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Rabab telah ditetapkan pada tahun 2015 dan Babiola tahun 2019.

Sebagai upaya pelestarian pada tahun ini telah dilakukan pendampingan terhadap Warisan Budaya Rabab/Babiola pada 3 (tiga) daerah sebaran Rabab/babiola di Sumatera Barat yakni, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok Selatan.

Baca Juga: Dinas Kebudayaan Sumbar Soft Launching Silek Arts Festival

Jika diamati kondisi saat ini, kata Gemala, pada umumnya pelestari yang masih ada saat ini rata-rata sudah berusia diatas 40 tahun yang dikhawatirkan akan segera memiliki keterbatasan fisik dan kesehatan untuk melanjutkan kesenian ini.

"Untuk itu harus dilakukan pembinaan dan pewarisan kepada generasi muda. Program pendampingan ini terdapat berbagai aspek dukungan terhadap pelestarian seni tradisi, dengan mengaplikasikan berbagai tindakan atau terapan yang lebih modern yakni terkait dengan  pola pengajaran, tata kelola hingga pemasaran (marketing). Mungkin juga perlu diperhatikan untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada saat ini, dengan memanfaatkan teknologi," ujarnya.

Baca Juga: Festival Bahari Rabab Pasisie di Sungai Nyalo Resmi Dibuka

Program pendampingan yang telah dilakukan tersebut hendaknya tidak terhenti sampai disini tapi perlu di tindaklanjuti, sehingga memiliki pemaknaan yang lebih luas dari sekedar pelatihan seperti yang biasa digelar sebelumnya, namun dapat berdampak kepada sektor lain seperti pariwisata, usaha kecil, ekonomi yang akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gunernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan terhadap kesenian Rabab atau Babiola yang tersebar di Pesisir Selatan, Pariaman dan Solok Selatan sebagai upaya pelestarian kekayaan budaya agar tidak hilang dari bumi Minangkabau.

"Untuk pelestarian dan pemajuan kebudayaan diperlukan langkah strategis malalui upaya Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan. Kita apresiasi usaha Dinas Kebudayaan ini," katanya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Ayo Bangkit dari Covid-19 !!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:20 WIB

BP4 Kota Pariaman Teken MoU dengan 4 KUA dan 71 Kades

Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:44 WIB

Wabup Pesisir Selatan Buka Musda GOW di Gedung PCC

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:45 WIB

Wakil Wali Kota Solok Buka Bimtek Tim Penggerak PKK

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:40 WIB

Terpopuler

X