Macan Dahan yang Mati di Pasaman Diyakini Warga Sebagai Leluhur, Begini Penjelasan BKSDA Sumbar

- Senin, 27 September 2021 | 23:26 WIB
Macan dahan di Pasaman mati dan dikafani layaknya manusia/BKSDA Sumbar
Macan dahan di Pasaman mati dan dikafani layaknya manusia/BKSDA Sumbar

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Macan dahan yang mati di Kampung Pinang Nagari Cubadak Tangah Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman diyakini oleh warga sekitar sebagai leluhur.

Hal ini dikatakan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) Ardi Andono, S.TP, M.Sc kepada awak media, Senin (27/9/2021).

Ardi mengatakan pada saat tim Rescue tiba di lokasi, bangkai satwa telah di kafani serta menjalani prosesi penyelenggaraan jenazah sebagaimana layaknya manusia.

Baca Juga: Akhirnya Macan Dahan di Pasaman Mati, Alami Luka di Perut dan Pinggang

"Menurut pengakuan tokoh masyarakat di Kampung Pinang hal tersebut dilakukan karena keyakinan mereka bahwa macan tersebut adalah leluhur yang menjaga mereka secara turun temurun. Masyarakat sudah berkumpul untuk selanjutnya melakukan prosesi penguburan," ucapnya.

Lalu, imbuhnya, dengan mediasi dari petugas Polsek Duo Koto dan Polres Pasaman, tim rescue BKSDA Resort Pasaman mencoba bermusyawarah bersama perwakilan tokoh masyarakat agar diperkenankan membawa bangkai untuk tujuan nekropsi (bedah bangkai) agar diketahui penyebab utama kematian satwa.

Baca Juga: Pasaman Gempar dengan Keberadaan Macan Dahan di Rumah Kosong

"Setelah mendapatkan penjelasan tentang pentingnya dilakukan nekropsi masyarakat bersedia bangkai dibawa dengan catatan setelah proses nekropsi selesai bangkai satwa akan dibawa kembali ke Kampung Pinang untuk kemudian dimakamkan secara adat oleh masyarakat," lanjutnya.

Akan tetapi, kata Ardi, beberapa saat setelah dicapai kesepakatan tiba-tiba salah seorang masyarakat berteriak-teriak terlihat seperti kerasukan dan menolak bangkai dibawa keluar, massa yang terprovokasi mendesak pembatalan kesepakatan meskipun berkali-kali petugas Polisi sudah mencoba meyakinkan bahwa bangkai satwa akan segera dibawa kembali setelah proses nekropsi selesai.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wabup Padang Pariaman Buka Rakor Gabungan GOW dan OPD

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:50 WIB

Tualang Diterjang Banjir, Pejabat Menghilang

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:50 WIB

Waduh, Banjir Kembali Rendam SDN 140 Pekanbaru

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Dua Pasien Covid-19 Agam Dilaporkan Sembuh

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:10 WIB

Fadil dan Putri Jadi Uda-Uni Kota Padang Panjang 2021

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:10 WIB
X