Kemenko Marves Sepakat Fasilitasi Pembangunan RDF di TPA Aie Dingin

- Selasa, 28 September 2021 | 02:13 WIB
Gubernur  Mahyeldi bersama Deputi Kemenko Marves meninjau TPA Air Dingin. Ist
Gubernur Mahyeldi bersama Deputi Kemenko Marves meninjau TPA Air Dingin. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyetujui untuk memfasilitasi percepatan pengelolaan sampah melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Penampungan Akhir (TPA) sampah di Air Dingin, Kota Padang.

Untuk tahap awal, secara teknis, Kemenko Marves akan memfasilitasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) RDF.

Baca Juga: Bubar dengan Tertib, BEM SI akan Demo Lagi dengan Massa Lebih Besar

Hal ini disampaikan Deputi IV Bidang Koordinasi Lingkungan dan Kehutanan Kemeko Marves, Nani Hendiarti, saat rapat koordinasi percepatan pengelolaan sampah dan penanganan limbah B3 medis Covid-19, Jumat (24/9/2021) sore.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi tersebut dihadiri Walikota padang, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, PT. PLN (Persero) UPK Teluk Sirih, PT. Semen Padang, serta OPD terkait Provinsi Sumbar dan Pemko Padang.

Selain fasilitasi, Nani juga memberikan beberapa opsi pendanaan pembangunan RDF dilahan yang telah disiapkan Pemko padang seluas 3 hektar tersebut. Opsi pertama menurut Nani adalah, Provinsi Sumbar akan dimasukkan dalam program Green Insfrastructure yang kerja sama dengan Jerman.

Kedua, lanjut Nani adalah melalui pendanaan APBN di Kementerian PUPR untuk pembangunan fisik RDF dan melalui kementerian ESDM untuk DED. Terakhir, opsi ketiga adalah kerjasama dengan swasta seperti yang telah banyak dilakukan di beberapa daerah lain seperti di Bali.

"Apa yang sudah dibahas akan ditindaklanjuti. insyaallah ada solusinya asal mau bekerjasama. Untuk RDF, tahapannya harus maju terus, karena hasil kajian Unand itu layak. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa ground breaking," harap Nani.

dalam rakor tersebut, PT.PLN (Persero) UPK teluk Sirih serta PT.Semen Padang juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi offtaker yang akan memanfaatkan produk RDF yang dihasilkan nantinya.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Ayo Bangkit dari Covid-19 !!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:20 WIB

BP4 Kota Pariaman Teken MoU dengan 4 KUA dan 71 Kades

Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:44 WIB

Wabup Pesisir Selatan Buka Musda GOW di Gedung PCC

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:45 WIB

Wakil Wali Kota Solok Buka Bimtek Tim Penggerak PKK

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:40 WIB

Terpopuler

X