FKUB Pasaman Barat Gelar Kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama

- Selasa, 28 September 2021 | 19:15 WIB
Forum Komunikasi Ummat Beragama Kabupaten Pasaman Barat, saat menggelar acara pembinaan lintas agama.
Forum Komunikasi Ummat Beragama Kabupaten Pasaman Barat, saat menggelar acara pembinaan lintas agama.

 

PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), gelar kegiatan pembinaan moderasi beragama dan dialog lintas agama yang melibatkan 30 orang perwakilan dari lintas agama. Kegiatan itu dilakukan di Aula Kantor Kementerian Agama (Depag) Kabupaten Pasbar, Selasa (28/9/2021).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh, Kepala Kantor Kementerian Agama Pasbar, Muhammad Nur dan dihadiri Kapolres Pasbar, AKBP M. Aries Purwanto diwakili oleh Kasat Binmas, IPTU K. Dafit selaku pemateri, serta Ketua FKUB Pasbar, Zawil Huda dan perwakilan dari lintas agama.

Muhammad Nur yang sekigus selaku pemateri pada acara pembinaan itu menyampaikan, kerukunan umat beragama bukan saja sebatas simbol atau penamaan terhadap sesuatu kondisi penduduk, agama, adat istiadat, dan budaya. Namun juga sebagai wadah berhimpun, berkordinasi dan berkumpulnya tokol lintas agama, sehingga kemajemukan serta keberagaman yang ada adalah kekayaan milik bangsa.

"Secara nasional, Indoensia memiliki ribuan pulau, ratusan suku bangsa, agama dengan bahasa, secara keseluruhan berkomitmen dan sepakat menjadikan keberagaman yang ada sebagai wadah untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),"ujarnya.

M. Nur menambahkan, keberagaman suku bangsa, agama dan ras tersebut tersebar di setiap provinsi se tanah air itu merupakan aset, untuk mempertahankan keutuhan hidup berbangsa dan bernegara di negeri ini. Kabupaten Pasbar merupakan kabupaten majemuk yang memiliki bermacam agama, suku, adat istiadat yang mencerminkan sebuah keberagaman.

"Pasbar terdiri dari 11 Kecamatan dan 19 Nagari induk yang didalamnya terdapat tiga etnis besar, yaitu warga keturunan Jawa, Mandailing yang didalamnya juga ada warga Batak, serta suku Minang. Agama yang dianut juga beragam, ada Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu," jelas M. Nur.

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Membeli Asuransi Jiwa?

M. Nur juga mengimbau kepada seluruh tokoh lintas agama untuk dapat menjalin silahturahmi, toleransi, mengedepankan koordinasi dan komunikasi secara berkesinambungan untuk mewujudkan kondisi yang kondusif ditengah masyarakat.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Baznas Agam Targetkan Zakat Rp11 Miliar Tahun 2022

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:16 WIB
X