Kondisi Jalan Rusak Parah, Warga di Pasaman Barat Terpaksa Goro

- Selasa, 28 September 2021 | 23:20 WIB
Masyarakat Giri Maju gotong-royong memperbaiki akses jalan antar Blok yang kondisinya sudah membahayakan keselamatan bagi masyarakat yang melintas di atasnya.
Masyarakat Giri Maju gotong-royong memperbaiki akses jalan antar Blok yang kondisinya sudah membahayakan keselamatan bagi masyarakat yang melintas di atasnya.


PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM - Merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah terkait parahnya jalan antar Blok yang seharusnya cepat ditangani, masyarakat Kejorongan Giri Maju, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), galar kegiatan gotong royong (goro) perbaikan jalan yang berlubang, bergelombang dengan krikil-krikil tajam di jalan Blok B Giri Maju pada Selasa, (28/9/2021).

Parahnya kondisi jalan yang dilalui masyarakat setiap harinya dengan banyaknya lubang, serta bergelombangnya jalan dan banyaknya krikil dan batu tajam yang membahayakan masyarakat yang melintas di atasnya, seolah tidak mendapat perhatian dari pihak pemerintah selama ini.

Yang lebih parah lagi, jalan tersebut seolah jadi bahan bagi kontestan politik pada Pileg dan Pilkada yang berkunjung ke Giri Maju saat meminta dukungan atau suara dari masyarakat ketika berkunjung ke Giri Maju dari Pemilu ke Pemilu. Tapi itu semua ternyata hanya janji tinggal janji, musim Pileg maupun Pilkada telah berlalu, namun masyarakat Giri Maju tetap terduduk merindukan janji mereka yang lalu.

Salah seorang masyarakat yang sedang melaksanakan Goro, Hendro kepada wartawan mengatakan, jalan aspal Perumahan warga Giri Maju yang ada di setiap blok saat ini, adalah hasil iuran masyarakat puluhan tahun yang lalu. Akan tetapi, sangat disayangkan hingga kini belum ada campur tangan dari Pemerintah untuk perbaikan jalan tersebut.

"Dengan penampilan yang meyakinkan dan rasa ikut prihatin setiap musim Pemilu, dengan rasa simpatik para kontestan mengatakan, mereka akan tetap selalu hadir untuk ikut menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat khususnya masalah jalan ini, tapi belum juga ada perbaikan," ungkapnya.

Sementara itu, Amid dan Edi Amril yang juga merupakan Pemuda Giri Maju menyampaikan, karena kurangnya perhatian Pemerintah terhadap kerusakan jalan antar Blok di lingkungan perumahan Giri Maju saat ini, membuat semua aktifitas masyarakat terganggu, bahkan roda perekonomian masyarakatpun semakin sulit.

Menurut mereka, Kondisi jalan ini memang sudah beberapa kali diperbaiki dengan cara menimbun tanah dan pasir apa adanya pada titik lokasi jalan yang berlubang dan bergelombang dari tanah dan pasir galian drainase yang ada di Blok tersebut.

"Alhamdulillah, sifat dan semangat gotong royong warga masih tinggi, sehingga bisa membantu masyarakat sekitarnya untuk memanfaatkan jalan ini dan terhindar dari kecelakaan. Bahkan secara tak langsung warga telah membantu Pemerintah Daerah Pasaman Barat dalam menangani masalah jalan dan drainase untuk sementara," ujar mereka.

Disamping itu, salah seorang anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) atau anggota Badan Musyawarah (BAMUS) Nagari Koto Baru Perwakilan Giri Maju, Zulkifli Nasution kepada wartawan mengatakan, ia sangat mendukung kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat, dan memang sudah dilakukan masyarakat Giri Maju dari dulunya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Anak Usia 7-13 Tahun Berisiko Tinggi Stunting

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:12 WIB

Batu Kambiang Agam Vaksinasi 370 Warganya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:33 WIB

108 Hektare Lahan Sumbar tak Ada Kejelasan Hukum

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:45 WIB

Bupati Agam Hadiri Maulid Nabi di Nagari Malalak Barat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Terpopuler

X