Soroti Capaian Vaksin Sumbar, Ketum Masyumi: Orang Minang Egaliter, tidak Mudah Termakan Hoaks

- Senin, 4 Oktober 2021 | 09:17 WIB
Vaksinasi pelajar.
Vaksinasi pelajar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Provinsi Sumbar menjadi salah satu daerah yang disorot Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena capaian vaksinasi COVID-19 rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, capaian vaksin di Ranah Minang pada 28 September 2021 lalu masih 22 persen.

Menanggapi kondisi itu, Ketua Umum Masyumi Sumbar, Ustadz Budiman berpendapat, pertama yang perlu diketahui tujuan vaksin adalah untuk kesehatan. Kedua, ada pandangan berbeda antara eks Menkes, Terawan dan dokter Siti Fadilah.

Baca Juga: Tahap ke-84, Indonesia Kedatangan 800 Ribu Dosis Vaksin Pfizer

Lantaran, vaksin yang berasal dari China merupakan negara komunis diprioritaskan. Sementara vaksin yang diproduksi dari negara sendiri tidak difasilitasi. Hal ini pendapat dokter Terawan.

Sedangkan dokter Siti Fadilah berpendapat vaksin bukan lah hal yang diharuskan. Karena ada kasus-kasus tertentu yang tidak bisa menerima vaksin.

Baca Juga: Ini Kelompok yang Berhak Dapat Vaksin Booster Gratis, Siapa Saja?

"Ketiga, bahwa sebenarnya yang tahu kesehatan itu diri kita sendiri atau orang lain?. Kita ini orang-orang yang tangguh, ada sebagian dokter yang berpendapat seperti ini, ada pula yang beda," ujar Budiman dalam acara Advokat Sumbar Bicara.

Budiman juga mendapatkan informasi bahwa vaksin perlu kajian selama dua tahun. Namun pandemi belum satu tahun berjalan, vaksin sudah keluar. Bahkan tanggal kadaluarsanya sudah dekat. Apakah ini kabar hoaks atau bukan.

"Jadi masyarakat Sumbar dan Aceh dikatakan gampang termakan Hoaks. Masyarakat Sumbar orangnya egaliter karena tidak gampang menuruti sesuatu apalagi hoaks," tegas Budiman.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

BPKB Dishub Kota Pariaman Terapkan Pembayaran Online

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:13 WIB
X