Ula | Startup E-Commerce Indonesia Dapat Dana Segar dari Berbagai Investor Asing? Ini Infonya.

- Senin, 4 Oktober 2021 | 21:19 WIB
Ilustrasi aplikasi Ula
Ilustrasi aplikasi Ula

Baru-baru ini, Techcrunch melaporkan bahwa startup e-commerce Indonesia yang bernama Ula telah diberikan dana segar senilai 426 miliar rupiah oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos. Jeff Bezos pun berinvestasi di Ula melalui perusahaannya, Bezos Expeditions.

Ada pula perusahaan lain yang ikut bergabung, seperti B Capital Group, Tencent, dan Prosus Ventures yang memberikan dana senilai 1,24 triliun rupiah. Selain itu, ada beberapa penanam modal di Asia Tenggara yang berpartisipasi, yaitu investor Gojek, Northstar Group, AC Ventures, dan Citius.

Investor terdahulu seperti Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global pun ikut andil. Tak hanya itu, Ula juga mendapat modal dari SMDV dan Saison Capital. Startup e-commerce lokal itu pun menggaet Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir sebagai penasihat perusahaan.

Perlu diketahui, pendanaan seri B dirilis hanya delapan bulan setelah seri A sekitar 285 miliar rupiah pada Januari. Startup ini juga baru mendapatkan pendanaan awal 150 miliar rupiah pada Juni 2020. Ula pun akan menggunakan dana tersebut untuk penambahan kategori produk baru, pengembangan layanan Beli-Sekarang-Bayar-Nanti atau Buy-Now-Pay-Later (BNPL), pembangunan teknologi baru, infrastruktur logistik, dan rantai pasokan lokal.

Startup itu menargetkan pemilik warung tradisional, khususnya di kota tingkat (tier) dua hingga empat. Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer Ula, Derry Sakti mengungkapkan bahwa pemilik warung di wilayah tersebut menghadapi kendala akses terhadap sumber daya dan infrastruktur logistik.

Chief Commercial Officer Ula itu pun menambahkan, pemilik warung bisa membeli barang untuk stok, memantau ketersediaan produk, atau bahkan memperbanyak opsi pembayaran. Startup Ula pun baru hadir 20 bulan di Indonesia, atau beroperasi di masa pandemi COVID-19. Namun, perusahaan mengklaim bisnis bertumbuh 230 kali lipat. Kini, Ula menawarkan lebih dari 6.000 produk dan merangkul lebih dari 70 ribu warung. Tim Ula pun tersebar di tiga negara.

Apa Itu Ula?

Ula adalah startup yang membantu UMKM untuk berjualan, misalnya melalui distribusi, inventarisasi, bahkan modal kerja. Layanan Ula pun berfokus pada e-commerce grosir untuk membantu pemilik toko menyimpan barang serta memberi modal kerja.

Pendiri Ula adalah empat orang yang telah berpengalaman di bidangnya, antara lain Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India dan mantan mitra di Sequoia Capital India), Alan Wong (sebelumnya di Amazon), Derry Sakti (mantan P&G Indonesia), serta Riky Tenggara (sebelumnya di Lazada dan aCommerce).

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

X