Waspada! Kasus dan Kematian Akibat Kanker Payudara di Indonesia Tertinggi di ASEAN

Heldi Satria
- Kamis, 7 Oktober 2021 | 19:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Dari data The Global Cancer Observatory tahun 2020, kanker payudara di Indonesia termasuk kanker paling banyak ditemukan pada perempuan dengan proporsi 30,8 persen dari total kasus kanker lainnya, yakni terdapat 65.858 kasus baru.

Bahkan di antara negara lain di Asia Tenggara atau ASEAN, jumlah kasus kanker payudara dan kematian akibatnya di Indonesia termasuk yang paling tinggi.

“Bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan sekitar, tingkat jumlah kasus baru (16,6 persen) dan tingkat kematian (9,6 persen) di Indonesia akibat kanker payudara cenderung tinggi," kata Presiden Direktur PT. Uni-Charm Indonesia Tbk Yuji Ishii dalam virtual peluncuran Charm Extra Maxi Pink Ribbon, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Kota Pariaman Siap jadi Tuan Rumah Bulan Bhakti Karang Taruna Tingkat Sumbar

Salah satu penyebab tingginya angka kasus kejadian dan kematian akibat kanker payudara karena masih rendahnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini dan pemeriksaan kanker payudara secara klinis.

Sebagai salah satu merk pembalut pilihan perempuan Indonesia, Yuji mengatakan bahwa PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui Charm turut andil dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia melihat kondisi tersebut menjadi isu yang penting untuk dibahas.

Dalam rangka sosialisasi pentingnya deteksi dini kanker payudara seperti yang direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia melalui program SADARI dan SADANIS dengan pemeriksaan di Puskesmas dan Rumah Sakit.

PT Uni-Charm Indonesia Tbk mendukung Aksi Pink Ribbon bekerja sama dengan YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia). Program tersebut sejalan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia yang ditetapkan pada bulan Oktober setiap tahunnya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

X