81,97 Persen Penduduk Miskin Tinggal di Hutan Sumbar

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 07:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mendukung peluncuran Proyek Penguatan Perhutanan Sosial atau Strengthening of Social Forestry (SSF) Project in Indonesia di daerah itu untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan masyarakat sekitar hutan dalam memanfaatkan akses Perhutanan Sosial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan.

"Sebanyak 81,97 persen desa atau nagari di Sumbar berada di dalam atau sekitar hutan dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan angka kemiskinan cukup tinggi. Proyek ini pada akhirnya diharapkan mampu membantu upaya pengentasan kemiskinan di Sumbar," katanya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta KLHK Hentikan Penambangan di Areal Hutan, Menteri: Kajian Dulu

Ia mengatakan pengelolaan Sumber Daya Alam secara baik melalui Perhutanan Sosial mampu memberikan manfaat bagi manusia dan alam itu sendiri. Hal itu sekaligus meminimalkan praktik pengelolaan yang tidak baik yang mengakibatkan kerusakan hutan sehingga bisa mengakibatkan banjir, tanah longsor, kekeringan bahkan jika terjadi dalam waktu lama bisa mempengaruhi perubahan iklim.

Program Perhutanan Sosial di Sumbar telah menjadi salah satu solusi dalam sektor kehutanan, program tersebut diimplementasikan melalui lima skema yaitu skema Hutan Nagari / Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Kemitraan Kehutanan (KK) dan Hutan Adat (HA).

Baca Juga: Hutan SM Kerumutan Dibabat, Tim Patroli Temukan Puluhan Kubik Kayu Ilegal

Program itu juga sejalan dengan visi misi dan beberapa program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang terangkum dalam RPJMD 2021-2026.

"Pemberian akses pengelolaan hutan kepada masyarakat melalui Perhutanan Sosial diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi kelangsungan sumber daya hutan dan bagi kesejahteraan masyarakat. Masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang terdapat dalam hutan seperti hasil hutan bukan kayu, pemanfaatan jasa lingkungan tanpa memotong pohon sehingga kerusakan hutan bisa diminimalkan," katanya.

Gubernur berterima kasih kepada Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK yang telah memilih Sumbar sebagai salah satu lokasi proyek SSF. Terima kasih juga diberikan kepada lembaga donor/Global Environment Facility/GEF yang telah mendanai penyelenggaraan proyek SSF di Sumbar. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Pemko Pariaman Lakukan Pengamanan Aset Daerah

Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:48 WIB

Volume Sampah Kota Pariaman Alami Peningkatan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:17 WIB
X