Tren besitas dan Diabetes di RI Meningkat, Minuman Manis akan Dikenai Cukai?

Nova Anggraini
- Selasa, 12 Oktober 2021 | 01:55 WIB
obesitas
obesitas

Project Lead Food Policy CISDI, Ayu Ariyanti, mengatakan, meski cukup disayangkan cukai MBDK tidak secara eksplisit dimasukkan dalam UU HPP, tetapi ia optimis masih ada peluang menambahkannya ke daftar Barang Kena Cukai (BKC) pada tahun depan.

“Ini sejalan dengan paparan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengatakan bahwa pemerintah membuka kesempatan penambahan BKC dalam penyusunan RAPBN,” katanya dalam keterangan tertulis.

“Karenanya, kami mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti UU HPP dengan mengajukan cukai MBDK demi meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Cukai Dorong Perubahan Perilaku
Ayu khawatir penambahan dan penerapan cukai MBDK akan tertunda seperti cukai plastik. Padahal, sangat penting bagi Indonesia untuk segera mengendalikan konsumsi minuman manis yang memiliki kaitan erat dengan prevalensi diabetes dan obesitas, lanjutnya.

Lebih lanjut, cukai adalah salah satu instrumen kebijakan yang dapat mendorong perubahan perilaku, baik perilaku konsumen maupun produsen.

Pendapatan dari cukai yang di-earmarked untuk sektor kesehatan juga berpotensi menjadi sumber baru untuk pembiayaan kesehatan. Cukai menjadi salah satu opsi kebijakan yang membuktikan peran multisektor untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan penyakit tidak menular, pungkasnya.(*)

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Liputan6

Tags

Terkini

X