Konflik Berlanjut, Masyarakat Dua Kenegarian Tutup Akses Jalan PT DPN Kuansing

Dodi Caniago
- Kamis, 14 Oktober 2021 | 00:18 WIB
aksi damai masyarakat,  Rabu malam. (Ist-haluanriau.co)
aksi damai masyarakat, Rabu malam. (Ist-haluanriau.co)

HARIANHALUAN.COM - Belum ada titik terang penyelesainnya. Hingga larut malam, masih berlanjut konflik masyarakat dua Kenegarian di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dengan PT Duta Palma Nusantara (DPN).

Baca Juga: Pulang ke Tanah Air, PMI Jalani Karantina untuk Cegah Covid-19

Pada Rabu (13/10/2021) malam, masyarakat masih menutup akses jalan menuju ke PT DPN. Aksi damai yang digelar warga Kenegarian Kopah dan Kenegaria Kenegerian Siberakun, Kuansing ini merupakan kekecewaan masyarakat kepada pihak PT DPN.

Sebelumnya, pihak PT DPN yang memutus askses jalan masyarakat dengan mengygali jalan ke kawasan perkebunan mereka. Lalu masyarakat bergoro menimbunnya, namun belum sampai 24 jam pihak PT DPN kembali membongkar dan memtus akses jalan tersebut.

"Sekitar pukul 12 kami selesai bergotong royong untuk hal itu, namun sekitar pukul 16:00 WIB, telah dibongkarnya (Pihak DPN). Yang melakukan pembongkaran diduga oknum security pihakpPT DPN," ujar Badu (bukan nama sebenarnya), seperti dilansir haluanriau.co, Rabu malam.

Dikatakan Badu, saat ini pihaknya melakukan penyetopan kepada kendaraan perusahaan milik PT DPN yang ke luar-masuk, namun setiap mobil PT DPN yang keluar masuk enggan melewati kumpulan warga.

Kendati demikian, masyarakat membiarkan mobil angkutan yang darei pihak PT RAPP melewati aksi warga tersebut, karena mereka menilai bahwa mereka tidak ada kaitan atau permasalahan dengan pihak RAPP.

"Kami tak ada persoalan dengan pihak RAPP," ucapnya singkat.

Selanjutnya, Badu menjelaskan bahwa aksi tersebut masih tetap dilakukan kalau seandainya keinginan masyarakat belum di penuhi.

"Kami akan lakukan ini hingga keinginan kami terpenuhi oleh pihak DPN, " ujar Badu.

Badu juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh pihak PT DPN, hal ini jelas sangat mengganggu masyarakat dengan kondisi seperti ini. Aktivitas keluar-masuk warga agak sulit akibat pembongkaran akses tersebut.

Dia berharapo Pemerintah Daerah segera turun tangan menyelesaikan masalah ini hingga tuntas jangan hanya bisa memberikan harapan kepada masyarakat jangan hanya diam dan berdiam diri.

"Pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif tolong dengarkan keluhan warga panggil kembali pihak perusahaan agar dapat mengembalikan jalan ini seperti biasa," pungkasnya.

Baca Juga: Tersangka Korupsi Dana Desa, Mantan Kades dan Kaur Keungan Ditahan


Sumber: haluanriau.co

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluanriau.co

Tags

Terkini

X