PGRI Padang: Bohong Guru Digembok di Sekolah, Kuat Dugaan Rekayasa

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:29 WIB
Ilustrasi guru (ThisIsEngineering/Pexels)
Ilustrasi guru (ThisIsEngineering/Pexels)

PADANG, HARIANHALUAN.COM- Sekretaris Yayasan PGRI Padang Sumatera Barat Edi Suharto membantah jika ada sejumlah guru PGRI digembok disekolah.

"Itu tidak benar, bohong besar guru digembok disekolah. Ini hanya spekulasi yang tidak benar. Saya menduga kuat bahwa terkurungnya guru SMA PGRI 1 Padang adalah sebuah rekayasa dari pengurus yayasan sebelah yang dimotori oleh oknum guru," ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Pasalnya, imbuhnya, sesuai dengan petunjuk dari Kabid SMA Dinas Pendidikan Sumbar, bahwa PBM di Kota Padang belum bisa dilaksanakan secara tatap muka. Takutnya jika dipaksakan Proses PBM tatap muka, akan melanggar Prokes Covid-19.

Baca Juga: Sejumlah Guru Diduga Dikurung! PGRI Sumbar Bakal Ambil Langkah Hukum

"Kami mendapat informasi bahwa Senin (11/10/2021) kemarin, oknum guru mengumpulkan siswa untuk melaksanakan upacara bendera. Atas kejadian ini, langsung kami koordinasi dengan Pak Suryanto Kabid SMA Dinas Pendidikan Sumbar. Beliau memberikan arahan bahwa Padang Padang masih level 4 dan belum boleh melakukan PBM tatap muka," tuturnya.

Atas dasar itulah, tegas Edi Suharto, pada Rabu (13/10/2021), pihak Yayasan PGRI Padang Sumatera Barat merantai pagar sekolah jam setengah 6 sore setelah semua guru keluar. Akan tetapi, tidak dirantai secara keseluruhan dan menyisakan sedikit ruang untuk orang lewat.

"Malahan kami merantai pagar sekolah pada sore itu, hadir juga dari Polda Sumbar, Polresta Padang dan Polsek Padang Timur. Setelah selesai merantai, kami pulang kerumah masing-masing"

"Karena dinilai sudah tidak ada permasalahan, kamipun kaget ada peristiwa penggembokan ini setelah mendapat telepon dari pihak Polresta Padang jam setengah 8 malam," katanya menguraikan.

Pihaknya menegaskan kepada Kepala Sekolah SMA PGRI Padang, agar meminta Satgas Covid 19 untuk mengusut oknum guru ini, karena mengumpulkan siswa dalam masa pandemi.

"Yayasan takut jika siswa dikumpulkan dalam masa pandemi seperti ini, yayasan pula yang akan kena getahnya oleh Satgas Covid 19," pungkasnya. (*)

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Pemko Padang Terima Bantuan Sembako dan Beasiswa

Selasa, 30 November 2021 | 08:50 WIB

Wako Padang Paparkan Ekonomi Kreatif di ICCN Pekanbaru

Minggu, 28 November 2021 | 07:50 WIB

Masjid di Padang Bakal Ramah Anak

Sabtu, 27 November 2021 | 07:37 WIB
X