Mulai Hari Ini, Sumbar Kembali Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:09 WIB
Kepala Bapenda Sumbar, Zaenuddin.
Kepala Bapenda Sumbar, Zaenuddin.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemprov Sumbar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar kembali memberikan keringanan kepada wajib pajak dengan membebaskan denda kendaraan bermotor di masa pandemi Covid-19.

Pembebasan denda tersebut digelar mulai hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021 hingga Senin, 15 November 2021 mendatang.

Diberikannya pembebasan ini bertujuan untuk meringankan wajib pajak di masa pandemi Covid-19. Kebijkan ini dilakukan Bapenda karena wabah Covid-19 telah merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Selain itu penghapusan ini juga bertujuan untuk mendorong wajib pajak terutama pemilik kendaraan untuk membayarkan pajak kendaraannya yang telah jatuh tempo.

Sanksi administratif yang dihapus diantaranya denda yang dikenakan terhadap keterlambatan pembayaran PKB dan BBNKB II. Kemudian, gratis BBNKB II Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk kendaraan mutasi dalam dan luar Provinsi Sumbar.

Kepala Bapenda Sumbar, Zaenuddin mengatakan, untuk pembayaran tersebut dapat dilakukan pada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Satu Atap (Samsat) di Sumbar.

“Benar, ini dalam rangka relaksasi bagi masyarakat yang baru saja dilanda pandemi Covid-19,” ujar Zaenuddin.

Zaenuddin menyebutkan, keringanan tersebut adalah untuk denda administrasi pajak. Denda itu bagi pemilik kendaraan bermotor yang terlambat membayar pajak. Atau yang menunggak pajak kendaraan bermotor.

“Kita memahami dengan minimnya daya beli masyarakat membuat perekonomian menjadi lesu. Jelas ini juga berpengaruh pada ketaatan masyarakat membayar pajak. Untuk itu kita berikan keringanan dalam membayar pajak,” imbuh Zaenuddin.

Dengan memberikan pemutihan, kata Zaenuddin, denda itu diharapkan pemilik kendaraan bermotor kembali membayar pajak. Kemudian untuk pemilik kendaraan yang belum atas nama sendiri, juga dapat melakukan balik nama. Baik itu untuk plat kendaraan yang no BA, juga untuk sama-sama plat BA.

“Untuk bea balik nama juga kita bebaskan, baik untuk plat nomor Sumbar maupun dari luar Sumbar, seperti dari plat B ke BA,” papar Zaenuddin.

Dengan menghapuskan denda pajak tersebut masyarakat dapat dimudahkan. Sebab, denda untuk keterlambatan membayar pajak tersebut cukup besar, yakni 2 persen dari harga/bulan. Jika terlambat satu tahun , maka dendanya mencapai 24 persen pertahun.

Begitu juga dengan BBNKB, nilainya juga meringankan masyarakat dengan ketika bea itu dibebaskan. Karena, tanpa pemutihan, pemilik kendaraan bermotor akan dikenakan 1 persen dari harga kendaraan untuk bea balik nama.

Artinya, jika sepeda motor nilainya Rp20 juta maka bea balik namanya mencapai Rp200 ribu.

Begitu juga dengan nilainya lebih mahal, seperti mobil dengan harga Rp500 juta, maka bea balik namanya bisa dikenakan Rp5 juta untuk bea balik nama. Dengan dibebaskan, maka bea itu digratiskan selama dua bula ke depan.

“Kami harapkan, masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk membayar pajak kendaraan bermotornya,” pungkasnya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

IKAD Pesisir Selatan Sambut Hangat PIWR Dharmasraya

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:05 WIB

Edi Busti Resmi Jabat Sekda Agam

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:20 WIB
X