Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

- Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB
[Ilustrasi sawah] Ratusan hektare Sawah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, puso atau tak memberikan hasil karena adanya perbaikan saluran irigasi.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi sawah] Ratusan hektare Sawah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, puso atau tak memberikan hasil karena adanya perbaikan saluran irigasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Oleh : Lara Permata Ayunda (Pemerhati Pertanian)

Peningkatan produksi padi dapat dilakukan, salah satunya melalui upaya intensifikasi tanaman padi atau system of rice intensification (SRI).

Sistem ini memiliki peluang yang cukup besar untuk meningkatkan produktivitas padi di Indonesia. Dilakukan dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara. 

Di Indonesia telah banyak dilakukan penerapan sistem intensifikasi padi pada usahatani. Uji coba teknik ini, pertama kali dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Sukamandi Jawa Barat menghasilkan padi rata-rata 8,2 ton/ha (2002). 

Kabupaten Solok Selatan adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sumatera Barat yang mengadopsi teknik intensifikasi tanaman padi atau System of Rice Intensification (SRI). 

Kabupaten Solok Selatan juga merupakan lumbung pangan di provinsi Sumatera Barat, sehingga perlu adanya inovasi dalam bertani untuk meningkatkan produksi tanaman padi.

Sebagian besar sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Solok Selatan adalah sebagai petani , menurut data BPS (2014) hal ini didukung dengan kondisi geografis dan juga Kabupaten Solok Selatan memiliki areal luas panen seluas 28.788 Ha, dengan jumlah produksi gabah sebanyak 121.939 ton dan produktivitas sebesar 4,23 ton/ha  

Upaya pengembangan usahatani padi berbasis sistem intensifikasi tanaman didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

 Menurut Wardana (2005) “teknologi SRI bisa menjadi pilihan teknologi yang menarik dalam usahatani padi karena ada efisiensi penggunaan input benih dan penghematan air serta mendorong penggunaan pupuk organik. Dengan demikian bisa menjaga kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Andalas Santri's Camp di Padang Panjang Resmi Ditutup

Sabtu, 27 November 2021 | 14:15 WIB

Wako Fadly Amran Sampaikan Ranperda APBD 2022

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB
X