Meningkatkan Produksi Padi dengan Teknik SRI

- Senin, 18 Oktober 2021 | 21:22 WIB
[Ilustrasi sawah] Ratusan hektare Sawah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, puso atau tak memberikan hasil karena adanya perbaikan saluran irigasi.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi sawah] Ratusan hektare Sawah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, puso atau tak memberikan hasil karena adanya perbaikan saluran irigasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Seperti dengan penerapan teknologi yang telah direkomendasikan oleh BPTP(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian)”.

Budidaya SRI terbukti lebih efisien dalam penggunaan bibit, pupuk, air dan pengendalian hama penyakit tanaman padi. Hasil panen 37% lebih banyak dibandingkan budidaya padi secara konvensional. 

Metode SRI berbeda dengan cara konvensional, baik itu dalam umur bibit maupun banyaknya bibit. Pada cara konvensional jumlah bibit ditanam lebih dari 5 batang per lubang tanam , dengan warna daun yang sudah mulai menguning, sementara pada SRI hanya 1 batang saja.

Selain itu, Hama dan penyakit dapat dikendalikan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan alami yang diramu sedemikian rupa. 

Bahan-bahan yang digunakan antara lain akar tuba, jariangau, jariamun, legundi, sirsak, mengkudu, jahe merah, surian, belerang, titonia dan lain sebagainya. 

Pada budidaya tanaman padi metode SRI, jarang sekali terdapat hama dan penyakit berbahaya yang menyerang tanaman. Hal ini disebabkan karena dengan metode SRI ini, akan terjadi keseimbangan antara musuh alami dengan hama atau mikroorganisme penyebab penyakit. 

Apalagi pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara alami, maka musuh alami tidak akan mati akan tetapi berkembang dengan baik. Sementara, pengendalian secara kimia dapat membunuh musuh alami yang ada bahkan hama akan membludak dan menjadi resisten sehingga muncul hama baru. (*)

 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Gelar Rakerda, HIPMI Sumbar Bakal Bahas Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:23 WIB
X