Menyedihkan! Kematian Harimau di Areal HPK Bengkalis Akibat Luka Jeratan

Dodi Caniago
- Rabu, 20 Oktober 2021 | 00:05 WIB
Ilustrasi. (detik.com)
Ilustrasi. (detik.com)

HARIANHALUAN.COM - Infeksi dari luka akibat jeratan kawat seling, menjadi salah satu penyebab matinya seekor harimau betina di areal Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK), Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Baca Juga: Dibawa dari Dharmasraya, Kulit Harimau akan Dijual Rp84 Juta di Riau

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, selesai melaksanakan nekropsi terhadap bangkai harimau tersebut, Selasa (19/10/2021). Nekropsi dilakukan oleh tim medis dari Balai Besar KSDA Riau yang dikoordinir drh Danang .

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, menyatakan Dari pemeriksaan yang dilakukan sejak Ahad (17/10/2021) dimulai pukul 18.30 WIB dan selesai pukul 21.00 WIB, didapat hasil harimau diprediksi telah mati lebih 24 jam.

Hasil ini didapat setelah dilakukan pemeriksaan nekropsi dan pemeriksaan secara patologi anatomi.

"Penyebab kematian satwa tersebut diduga karena dehidrasi berat, kekurangan nutrisi, serta infeksi pada kaki depan sebelah kiri," jelas Fifin, dilansir haluanriau.co, Selasa (19/10/2021).

Selain itu, harimau berjenis kelamin betina ini diketahui masih masih remaja dan belum pernah melahirkan.

Kemudian, harimau itu terukur dengan panjang tubuh kepala hingga ujung ekor 190 sentimeter. Dengan panjang badan 103 sentimeter, tinggi 91 sentimeter, lingkar dada 86 sentimeter dan panjang ekor 74 sentimeter.

Sebelumnya, pada Ahad (17/10/2021) pagi, harimau betina ini ditemukan dalam kondisi sudah menjadi bangkai dan kaku.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluanriau.co

Tags

Terkini

Sejuta Manfaat Dirasakan dari Aplikasi Mobile JKN

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:20 WIB

Begal di Kapau Agam Ternyata Masih di Bawah Umur

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:35 WIB

Dharmasraya Peringati Hari Bhakti PU ke-76

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:15 WIB
X