Anak Usia 7-13 Tahun Berisiko Tinggi Stunting

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:12 WIB
Dok Okezone.com
Dok Okezone.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kasus stunting masih banyak ditemukan di daerah yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya, ditambah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah.

Menanggapi hal itu Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy tegaskan, pihaknya menggalakkan untuk konsumsi telur bagi anak sedari kecil, khususnya bagi ibu hamil untuk mencukupi nilai gizi yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: Ikaboga Sumbar Diyakini Berperan Bantu Atasi Stunting

“Telur ini merupakan sumber protein hewani per gram paling murah di Indonesia. Saya saja rutin makan telur tiga butir sehari,” kata Audy saat melakukan kunjungan ke Dinas Pangan Sumbar.

Saat ini Indonesia konsumsi beras mencapai 139 kg per tahun per kapita, yaitu terbesar di dunia. Sumbar salah satu konsumsi beras tertinggi lima besar di Indonesia.

Baca Juga: 2024, Sumbar Targetkan Angka Stunting Turun 14 Persen

“Ketergantungan komsumsi beras itu banyak masyarakat kita yang mengidap penyakit gula darah (diabetes). Inilah yang harus kita cegah sedini mungkin,” ujarnya.

Sementara Indonesia termasuk komsumsi hewani terendah dibandingkan dengan negara Asean, termasuk konsumsi sayur dan buah.

“Komsumsi protein merupakan nutrisi penting bagi tubuh manusia. Dengan banyak protein kita banyak berpikir yang menghasilkan produktif. Kalau kita kelebihan kalori dan karbohidrat kita bisa menjadi malas. Makanya saya anjurkan sering-sering makan telur,” sebutnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Wako Fadly Amran Sampaikan Ranperda APBD 2022

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB

Bupati Agam Lepas 40 Bibit Ikan di Launching Baganang

Jumat, 26 November 2021 | 16:45 WIB

PLN Resmikan Lisdes di Empat Desa Kabupaten Agam

Jumat, 26 November 2021 | 16:10 WIB

Polda Sumbar Kembali Buka Gebyar Vaksinasi Sabtu Depan

Jumat, 26 November 2021 | 12:30 WIB
X