DPR Minta Pemerintah Perkuat Keberadaan Lembaga Anti Doping

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:30 WIB
Mantan pebulutangkis Indonesia Lilik Sudarwati dan mantan Ketua LADI Zaini Khadafi yang hadir secara fisik dalam diskusi soal bendera Merah Putih tak berkibar di Thomas Cup.
Mantan pebulutangkis Indonesia Lilik Sudarwati dan mantan Ketua LADI Zaini Khadafi yang hadir secara fisik dalam diskusi soal bendera Merah Putih tak berkibar di Thomas Cup.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Pemerintah wajib memperkuat keberadaan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). UU Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) Pasal 85 Ayat 3 secara tegas menyebutkan bahwa pengawasan doping dilakukan pemerintah.

“Anti doping menjadi concern Komisi X DPR RI. Semestinya, saat Indonesia bisa lolos dari sanksi jika LADI serius mengirimkan sampel pengiriman doping dalam tenggat waktu 21 hari seperti yang diminta Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA). Sehingga Indonesia dalam Piala Thomas Cup dapat mengibarkan bendera Merah Putih,” kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda hadir secara virtual dalam diskusi bertema “Sukses Tim Thomas Cup Tanpa Kibaran Merah Putih, Ada Apa? di Media Center DPR RI, Kamis (21/10/2021).

Namun demikian, Politisi Fraksi PKB itu tetap mengapresiasi langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang langsung membentuk tim akselerasi dan investigasi terkait mempercepat penanganan sanksi WADA terhadap LADI tersebut.

Mantan atlet bulutangkis juara dunia Lilik Sudarwati menyayangkan insiden bendera Merah Putih tak bisa berkibar saat Indonesia menjadi juara Piala Thomas atau Thomas Cup 2020 (2021) pada Minggu (17/10/2021) lalu.

"Ini sesuatu kejadian yang miris. Saya merasakan bahwa atlet itu pekerja keras. Setiap hari kami latihan di lapangan. Jika melihat insiden ini tentu prihatin. Padahal itu event besar hal yang kami cari yaitu berkibar Merah Putih," tutur Lilik.

Menurut Lilik, masalah doping cukup merepotkan. Pelaku olahraga sekarang rata-rata belum memahami. Untuk itu perlu sosialisasi terhadap atlet di seluruh cabang olahraga Indonesia.

Lilik yang pernah berhasil menyabet gelar Juara Dunia Ganda Putri bersama Susy Susanti pada 1986 itu menyebut momentum larangan mengibarkan Merah Putih tersebut merupakan pembelajaran bagi semua stakeholder olehraga di tanah air.

"Apa yang terjadi di arena Thomas Cup kali ini hendaknua menjadi pembelajaran bagi kita bersama," pungkas Lilik Sudarwati dalam diskusi yang juga menghadirkan narasumber Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dan mantan Ketua LADI Zaini Khadafi. 

Editor: Nova Anggraini

Tags

Terkini

X