Wakil Bupati Pesisir Selatan Hadiri Halal Bi Halal dan Ziarah Makam di Tapan

Rahma Nurjana
- Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:44 WIB
Wakil Bupati Pesisir Selatan Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si, menghadiri acara tahunan yang digelar oleh masyarakat Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.  (Foto: pesisirselatankab.go.id)
Wakil Bupati Pesisir Selatan Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si, menghadiri acara tahunan yang digelar oleh masyarakat Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. (Foto: pesisirselatankab.go.id)

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.COM --- Wakil Bupati Pesisir Selatan Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si, menghadiri acara tahunan yang digelar oleh masyarakat Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Acara tersebut adalah acara Halal Bi Halal dan Ziarah Kubur dimakam Nenek Moyang masyarakat Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (20/10)

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pesisir Selatan Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Irwan, A.Md, Camat Basa Ampek Balai Tapan, Aflizen, S.Sos, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Pemuda Pancasila, Penghulu, Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan Tokoh Masyarakat Tapan. 

Ketua Panitia Halal Bi Halal dan Ziarah Kubur, Agusli, MS. PM. Sangguno Dirajo, dalam sambutannya mengatakan dimana kegiatan ziarah kubur ini merupakan bagian dari acara halal bi halal yang digelar oleh masyarakat Tapan, umumnya Kecamatan Basa Ampek Balai dan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Kabupaten Pesisir Selatan.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar oleh masyarakat Tapan," jelasnya, dilansir dari pesisirselatankab.go.id.

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rudi Hariyansyah dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan ziarah makam nenek moyang ini sudah jadi tradisi masyarakat Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

Dikatakan Rudi Hariyansyah, banyak sejarah yang ditinggalkan oleh nenek moyang orang Tapan yang juga merupakan orang pertama di Tapan yang mengetahui sejarah budaya Tapan. Hingga sampai saat ini menjadi daerah yang telah berkembang.

"Tak hanya sejarah yang ditinggalkan, mulai dari budaya hingga sampai peninggalan sumber daya alam di Tapan," kata Rudi Hariyansyah.

Menurut Rudi Hariyansyah, sejarah yang telah ada jangan mudah untuk dilupakan seperti yang disampaikan oleh Datuak Paduko Segar. 

"Tradisi ini harus terus bertahan, sehingga terus diingat oleh cucu kemenakan khususnya masyarakat Tapan," jelas Rudi Hariyansyah. (*)

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Sejuta Manfaat Dirasakan dari Aplikasi Mobile JKN

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:20 WIB

Dharmasraya Peringati Hari Bhakti PU ke-76

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:15 WIB
X