Sinkron ke BPS, Nagari di Sumbar jadi Basis SID

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:30 WIB
Staf Ahli Bapenas Oktrialdy
Staf Ahli Bapenas Oktrialdy

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Nagari atau desa menjadi basis penyediaan data di Sumatera Barat untuk mewujudkan Satu Data Indonesia (SDI) sesuai Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.

"Data ini harus bottom up. Dari bawah. Maka nagari atau desa akan menjadi basis data di Sumbar yang akan disinkronkan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mewujudkan Satu Data Indonesia," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat membuka Rapat Koordinasi Satu Data Indonesia (SDI) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021 dan launching Aplikasi Bidadari di Auditorium Gubernur (22/10/2021).

Baca Juga: Investor Saham Sumbar Kembali Naik, Jadi 43.763 SID

Ia menyebut selama ini banyak kendala dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintah karena data yang berbeda-beda antar instansi. Bahkan dikhawatirkan banyak program yang digagas menjadi tidak tepat sasaran.

Apalagi program yang berkaitan dengan bantuan seperti jaring pengamanan sosial. Tanpa data yang valid, potensi salah sasaran akan tetap selalu ada.

Baca Juga: Wow! Jumlah Investor Saham Sumbar Sentuh 16 Ribu SID

"Di sinilah terlihat pentingnya Satu Data Indonesia (SDI) ini. Tercipta data yang mudah diakses yang menggunakan prinsip satu standar data, metadata, interperabilitas, kode referensi sehingga bisa menjadi acuan dalam tata kelola dan pelaksanaan evaluasi di setiap daerah," katanya.

Dalam upaya perwujudkan SDI tingkat Nagari itu dibuat inovasi "Bidadari" (Bingkai Informasi Desa dan Nagari di Ujung Jari) yang di launching dalam kegiatan yang sama.

Melalui aplikasi itu semua data terkait desa atau nagari, fasilitas, jumlah KK dan data lain bisa diakses oleh seluruh pengambil kebijakan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Pariaman Targetkan Zero Stunting Tahun 2024

Senin, 6 Desember 2021 | 14:15 WIB
X