Jennifer Widjaja, Perempuan Kelahiran Indonesia Sukses Berbisnis Makanan Sisa di Singapura

Nova Anggraini
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 01:55 WIB
Jennifer Widjaja
Jennifer Widjaja

SINGAPURA, HARIANHALUAN.COM - Limbah makanan adalah masalah utama dunia yang membuat frustrasi, yang timbul akibat dari kecenderungan untuk terus-menerus mengonsumsi tanpa pertimbangan dan membuang makanan begitu saja.

Coba Anda berdiri di depan toko kue di jam-jam saat mereka akan tutup. Anda akan bisa melihat masalah ini secara nyata saat pekerja toko membuang makanan yang kondisinya masih sangat bagus dan layak makan ke dalam kantong sampah, membuangnya seolah-olah itu hal yang biasa saja di industri F&B.

Lebih buruk lagi dengan makanan, baik mentah maupun matang, yang harganya sangat terjangkau, yang apabila kita membuangnya rasanya tak terlalu bermasalah secara ekonomi, dan justru menjadi solusi untuk kapitalisme berlebih.

Mari kita sambut ratu pengurang limbah makanan, Jennifer Widjaja, wanita kelahiran Indonesia yang kini menetap di Singapura. Tak seperti kebanyakan kita yang hanya duduk santai dan berkeluh kesah dengan masalah limbah makanan, Jennifer turun langsung ke jalanan, mengobrol dengan para konsumen, mengadakan focus group, dan membuat survei, semua dilakukan demi bisa lebih memahami bagaimana masalah ini bisa diatasi.

Solusinya? Just Dabao, perusahaan berdampak sosial yang bertujuan menghubungkan konsumen seperti saya, yang peduli terhadap limbah makanan, dengan penjual F&B yang tertarik untuk membuat perubahan terukur di bidang ini. Just Dabao bertujuan untuk mendistribusikan makanan berlebih yang tidak terjual. Caranya, menghubungkan konsumen dengan restoran yang menjual makanan berlebih mereka dengan diskon besar 50 hingga 70 persen pada menit-menit akhir.

Berikut wawancara penulis dengan Jennifer Widjaja.

Bagaimana Anda menggambarkan hal yang Anda lakukan pada seseorang yang baru Anda temui untuk pertama kali?

Saya pejuang limbah makanan! Saya aktif berupaya mengurangi limbah makanan, dan membantu orang-orang agar bisa turut berkontribusi mengurangi limbah makanan lewat platform yang saya buat, Just Dabao. Keseluruhan konsep dari perusahaan dampak sosial ini berfokus untuk merancang ulang keberlanjutan sebagai pilihan pertama orang-orang tanpa mengorbankan gaya hidup mereka. Saya selalu percaya bahwa memberikan insentif lebih baik daripada memaksa.

Dengan Just Dabao, targetnya yaitu untuk menghubungkan tantangan logistik pengurangan limbah makanan dengan struktur insentif yang akan mendorong konsumen memikirkan dampak sosial yang disebabkan limbah makanan di lingkungan mereka. Ini juga membantu para pemilik usaha F&B terhubung dengan konsumen yang bersedia membeli makanan yang berpotensi dibuang begitu saja. Dan dengan kondisi tidak menentu yang dihadapi pemilik usaha F&B saat ini, setiap pendekatan untuk menghasilkan pemasukan akan sangat membantu.

Apa yang menginspirasi Anda membuat dan mendirikan Just Dabao?

Selama penerapan karantina parsial tahun 2020, sedih rasanya melihat tempat-tempat makan favorit saya harus tutup karena sesuatu yang di luar kontrol mereka. Di sisi lain, yang tersisa hanyalah beban ekonomi. Industri F&B termasuk yang utamanya paling terdampak, dengan laporan kerugian tahun-ke-tahun hampir mencapai 30 persen di Q3 tahun 2020.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: yahoo berita

Tags

Terkini

Real Madrid Tak Tertarik Lagi dengan Paul Pogba

Minggu, 28 November 2021 | 03:55 WIB

Sah! Megawati Matondang Pimpin Peradi SAI Pekanbaru

Sabtu, 27 November 2021 | 23:21 WIB

Keren! SD di Karimun Ini Punya Perpustakaan Digital

Sabtu, 27 November 2021 | 20:50 WIB

Aduh, Melonjak Lagi Kasus Covid-19 di Riau

Sabtu, 27 November 2021 | 20:36 WIB
X