Gubernur Sumbar Ikuti Kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Padi di Padang Pariaman

- Senin, 25 Oktober 2021 | 22:00 WIB
Kegiatan penanaman Padi oleh Gubernur Sumbar bersama Bupati Padang Pariaman pada Gerakan Percepatan Tanam Padi di Kelompok Tani Lapai Makmur di Surau Mansi, Korong Pasa Pakandangan.
Kegiatan penanaman Padi oleh Gubernur Sumbar bersama Bupati Padang Pariaman pada Gerakan Percepatan Tanam Padi di Kelompok Tani Lapai Makmur di Surau Mansi, Korong Pasa Pakandangan.

 

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Petani diminta gigih dan perlu strategi untuk mengatasi gangguan hama penyakit terhadap tanaman yang ditanam. Diantaranya dengan pergantian benih yang ditanam, goro membersihkan lahan pertanian dan bisa juga mencoba membudidayakan burung hantu.

Dan lagi dengan penerapan pola tanam serentak, mudah-mudahan dengan cara demikian akan menuai keberhasilan.

Hal itu dikemukakan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat mengikuti Gerakan Percepatan Tanam Padi di Kelompok Tani Lapai Makmur di Surau Mansi, Korong Pasa Pakandangan, Nagari Pakandangan Kec. Enam Lingkung, bersama Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, Senin (25/10-2021).

Baca Juga: Akan Rilis 11 November 2021, Yuk Intip Bocoran Awal PUBG: New State

Tema kegiatan itu, Pemanfaatan Lahan Tidur dan Pengendalian OPT Kita Tingkatkan Produksi Padi Sumatera Barat.

Disebutkan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Nagari Pakandangan saat ini, awalnya dikarenakan pembicaraan dengan Bupati tentang lahan tidur yang sudah 5 tahun tidak difungsikan karena petani gagal panen akibat gangguan hama, wereng, hama tikus dan lainya.

"Dan Saya diajak berputar-putar oleh Bupati Padang Pariaman untuk melihat kondisi daerah dan sambik menceritakan tentang lahan yang sudah 5 tahun tidak berfungsi tersebut," katanya.

"Ada sekitar 3.000 sampai dengan 8.000 hektar lahan pertanian kurang termanfaatkan yang disebabkan gangguan wereng coklat dan gagal panen, sehingga sejumlah lahan berubah fungsi dari kegunaan awalnya," kata bupati.

Kelompok tani lapai makmur diharapkan mulai menggarap kembali lahan yang tidak dimanfaatkan sebelumnya, karena ada irigasi yang memadai.

Seperti irigasi ladang laweh, irigasi batang kapecong, keberadaan irigasi tersebut sangat membantu masyarakat dalam mengairi lahan pertanian.

Kelompok tani lapai makmur ini memiliki lahan 36 hektar, bila 5 ton bisa dihasilkan dalam lahan sehektar, tentu akan banyak hasilnya dengan lahan 36 hektar.

Menurut Suhatri Bur, Padang Pariaman dulunya termasuk daerah pemasok beras.

Selain itu, daerah ini juga memiliki 40 ribu hektar untuk lahan kelapa, juga punya lahan jagung 5.000 hektar dan akan dijadikan 10.000 hektar.

Bupati berharap dengan kegiatan penanaman serentak ini, Semoga Kecamatan enam lingkung, 2x11 enam lingkung bisa menjadi pemasok hasil beras di Padang Pariaman.

Dan pada kesempatan itu bupati juga menyampaikan tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 dimana Kabupaten Padang Pariaman masih berada pada prosentase 17,6%.

Pada Gerakan Percepatan Tanam Padi di kelompok tani tersebut diserahkan Benih Padi, Benih Jagung dan Bantuan Tresur dari Gubernur kepada Kelompok tani Lapai Makmur, dan beberapa kelompok tani lainnya.

Dan berlanjut dengan penanaman Padi oleh Gubernur Sumatera Barat bersama Bupati Padang Pariaman, Kepala Dinas Perkebunan Kehutanan dan Hortilkultura Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Padang Pariaman dan Camat Enam Lingkung.

Acara juga dihadiri Anggota DPRD Padang Pariaman, Kepala OPD, Forkompinca dan tokoh masyarakat sekitar. (*)

 

 

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Bulan K3 Nasional 2022, PLN Sumbar Serukan K3 Unggul

Jumat, 21 Januari 2022 | 20:30 WIB
X