Satu-satunya di Sumbar, Kota Padang Berhasil Raih Anugerah Tangguh Adhiwirasana

Rahma Nurjana
- Kamis, 28 Oktober 2021 | 06:40 WIB
Satu-satunya di Sumbar, Kota Padang Berhasil Raih Anugerah Tangguh Adhiwirasana (Foto: Humas Kota Padang)
Satu-satunya di Sumbar, Kota Padang Berhasil Raih Anugerah Tangguh Adhiwirasana (Foto: Humas Kota Padang)
 
PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendri Septa tak henti-hentinya berprestasi meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Kali ini, penghargaan yang diterima adalah Anugerah Tangguh Adhiwirasana kategori Wira Sandya Laksana dari Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota dan provinsi yang menunjukkan kinerja unggul dalam penanggulangan bencana non-alam (Covid-19) di daerahnya.
 
Sebagaimana diketahui, Kota Padang tergabung dari 30 daerah yang terdiri atas 12 provinsi, 9 kabupaten, dan 9 kota berhasil lolos tahapan penjurian self-assessment untuk penghargaan Anugerah Tangguh Adhiwirasana kategori Wira Sandya Laksana. Pemko Padang pun akan melakoni tahap penjurian selanjutnya berupa sesi wawancara, Kamis (28/10/2021).
 
Adapun Acara Anugerah Tangguh Adhiwirasana rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10 November 2021 yang akan dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
 
"Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Swt kali ini kita meraih prestasi tingkat nasional yakni Anugerah Tangguh Adhiwirasana. Prestasi ini merupakan wujud kerjasama dan kerja keras kita semua warga Kota Padang dan Sumatera Barat (Sumbar) pada umumnya dalam penanganan penyebaran Covid-19 sejauh ini," ungkap wali kota usai mengikuti Sosialisasi Teknis bersama 30 besar penerima Anugerah Tangguh Adhiwirasana dengan Tim Juri secara virtual dari kediaman resminya, Jalan A. Yani, No. 11, Rabu (27/10/2021).
 
Hendri menyebut penghargaan ini dipersembahkan untuk Kota Padang yang diketahui sebagai satu-satunya kota di Sumbar yang menerimanya. Penghargaan tersebut merupakan bukti nyata kesabaran, kepatuhan dan keikutsertaan masyarakat Kota Padang dalam menekan penyebaran Covid-19.
 
"Kita berharap kekompakan dan sinergi selalu terjaga, baik dengan unsur Forkopimda, para ninik mamak, alim ulama serta semua elemen dan unsur di kota yang kita cintai ini. Alhamdulillah, kita bersama selama ini selalu bahu-membahu dalam upaya penanganan, pengandalian Covid-19 begitu juga dampaknya secara sosial ekonomi," imbuh wako yang saat itu didampingi Kalaksa BPBD Barlius dan Kabag Prokopim Amrizal Rengganis dan lainnya.
 
Di samping itu, orang nomor satu di Kota Padang tersebut juga mengimbau agar seluruh warga Kota Padang senantiasa mematuhi protokol kesehatan sebelum pandemi dinyatakan berakhir.
 
"Kita sama-sama tahu pandemi ini belum berakhir, maka itu penyebarannya harus kita jaga dan tekan selalu. Semoga saja badai ini segera berlalu," pungkasnya.
 
Sementara itu Ketua Dewan Juri Anugerah Tangguh Adhiwirasana, Dr. Wahyu Tri Setyobudi sat itu menjelaskan, Anugerah Tangguh Adhiwirasana adalah penghargaan yang diberikan oleh BNPB kepada pihak-pihak yang dinilai berhasil dalam melaksanakan upaya penanganan kebencanaan. Ada dua kategori dalam penghargaan ini, yaitu Wira Sandya Laksana dan Wira Dipta Laksana.
 
"Tim dewan juri memilih dan menetapkan 30 daerah yang unggul dari hasil aspek-aspek kualitatif dengan metode penilaian kuesioner self-assessment, dengan kriteria penilaian [terkait dengan] inisiatif inovasi dalam penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan sosial," kata dia.
 
"Seluruh nilai dapat dipertanggungjawabkan karena berlandaskan data-data dan bukti yang disediakan daerah dan tim panelis penilai yang sudah berpengalaman menilai di ajang serupa lainnya," tambah dia.
 
Integritas dalam proses penjurian, lanjut Wahyu, juga sangat diutamakan. Sebagai gambaran, satu daerah tidak hanya dinilai oleh satu panelis, tetapi beberapa orang sekaligur. Hal ini untuk menjamin objektivitas penilaian. Meski demikian, Wahyu menegaskan daerah yang belum lolos bukan berarti tidak baik dalam penanganan bencana pandemi Covid-19 di daerahnya.
 
Sebab, kata dia, daerah-daerah yang berhasil lolos tahapan penjaringan pertama, pada dasarnya sudah menunjukkan kualitas penanganan pandemi yang baik.
 
"Hanya, sebagai catatan ke depan, perlu adanya pengembangan kembali terkait penulisan yang lebih sistematis mengenai inovasi dan inisiatif yang dilakukan di daerah," ujar Wahyu.
 
"Maka Jangan khawatir karena acara seperti ini akan ada lagi, sehingga pengalaman dan hasil yang sekarang dapat menjadi evaluasi dalam mengikuti ajang serupa di masa depan."
 
Senada dengan itu, I Nyoman Gede Agus Asrama, Ketua Panitia Anugerah Tangguh Adhiwirasana mengucapkan terima kasih kepada 77 daerah yang telah mengikuti tahapan penjurian Anugerah Tangguh Adhiwirasana.
 
Nyoman juga mengucapkan selamat kepada 30 daerah yang berhasil lolos ke tahap seleksi wawancara. "Ini salah satu wujud bagaimana daerah bisa menarasikan penanganan pandemi Covid-19 di daerahnya dengan baik," terang dia.
 
Nyoman menambahkan, "Pandemi ini menjadi proses pembelajaran bagi kita sebagai sebuah bangsa untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menjawab tantangan bangsa khususnya dalam hal ini Pandemi Covid-19." (*)

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Masjid di Padang Bakal Ramah Anak

Sabtu, 27 November 2021 | 07:37 WIB

Pengerjaan Jembatan di Sawahan Padang Picu Kemacetan

Kamis, 25 November 2021 | 11:45 WIB

98 Rumah Tidak Layak Huni di Padang Bakal Direhab

Kamis, 25 November 2021 | 06:22 WIB

Diskominfo Padang Hadir Memberi Edukasi Bagi Netizen

Rabu, 24 November 2021 | 06:20 WIB
X