Indra Agus Lukman Masih Ditahan Meski Menang Prapid, PH dan Keluarga Protes

Dodi Caniago
- Kamis, 28 Oktober 2021 | 22:00 WIB
 Kuasa Hukum Indra Agus Lukman, Rizki JP Poliang (haluanriau.co/Yendri Saputra)
Kuasa Hukum Indra Agus Lukman, Rizki JP Poliang (haluanriau.co/Yendri Saputra)

HARIANHALUAN.COM - Indra Agus Lukman, Kadis ESDM Provinsi Riau memenangkan Pra Peradilan (Prapid) pada putusan sidang di Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Riau.

Baca Juga: Keok! Semen Padang Fc Dilumat KS Tiga Roda di Jakabaring

Meski menang Prapid pada  Rabu (27/10/2021). Indra Agus Lukman masih menjadi tahanan Tipikor, sehingga pihak keluarganya mendatangi Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Kamis (28/10/2021).

Kedatangan mereka dikawal secara ketat oleh pihak kepolisian guna menghindari keributan.

Penasihat Hukum (PH) Indra Agus Lukman, Rizki JP Poliang meminta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kuansing, Hadiman sebagai eksekutorial supaya melaksanakan tugas dan fungsinya (tupoksi).

Dijelaskan Rizki, Kajari Kuansing belum berkenan mengeksekusi, karena belum ada putusan dari Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Secara formal dirinya menilai sudah cacat hukum.

"Mengapa harus minta izin, secara Mutatis Mutandis, berkas perkara saat ini sudah limpah di Pengadilan Pekanbaru itu sudah gugur," ujar Rizki seperti dilansir haluanriau.co, Kamis (28/10/2021).

Dijelaskan Rizki, Putusan Mutatis Mutandis adalah asas yang menyatakan pada dasarnya sesuai dengan prosedur yang terdapat dalam ketentuan Peraturan Kepala dan ini memiliki kewenangan melakukan perubahan prosedur pada hal-hal yang diperlukan atau penting sesuai dengan kondisi yang mendesak.

"Langkah ke depan kami akan melakukan kajian terlebih dahulu, langkah dan tindakan apa yang akan kami ambil," terang Rizki.

Sementara itu, Kajari Kuansing melalui Kasi Intel Rinaldy Adriansyah menjelaskan bahwa saat ini Kajari sedang berkoordinasi dengan Pimpinan di Pusat.

"Berdasarkan petunjuk dari pimpinan kami Dir Jampidsus dari Kajati maupun Kajari maka sore ini kami menyampaikan pers rilis kepada keluarga Indra Agus Lukman beserta Penasihat Hukum, yakni terkait untuk dibebaskannya Indra Agus Lukman dilapas Teluk Kuantan yang mengacu pada Pra Peradilan (Prapid) yang dikeluarkan oleh pengadilan Teluk Kuantan, dapat kami jelaskan bahwa pada 22 Oktober 2021 Perkara atas nama Indra Agus Lukman telah dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru," jelasnya.

Dilanjutkan Rinaldy, kemudian diterbitkan oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru untuk Penetapan Penahanan, dengan memerintahkan melakukan penahanan atas nama Indra Agus Lukman dalam Lembaga kelas II Teluk Kuantan paling lama 30 hari terhitung sejak 22 Oktober 2021 sampai 20 November 2021.

"Saat ini IAL merupakan tahanan Tipikor Pekanbaru berdasarkan penetapan Pengadilan Tipikor Pekanbaru Nomor 43/PID.SUS TPK/2021/PNBL pada 22 Oktober 2021," jelas Rinaldy.

Dikatakannya, untuk mengeluarkan IAL pihaknya masih menunggu PN Tipikor Pekanbaru, karena yang bersangkutan saat ini berstatus tahanan Hakim PN Tipikor Pekanbaru.

"Sehingga kami akan mengeluarkan yang bersangkutan dari Lapas setelah ada persetujuan secara tertulis dari PN Tipikor Pekanbaru. Saat ini yang bersangkutan berstatus tahanan Hakim, maka kami tidak ada kewenangan untuk mengeluarkan IAL sebelum ada putusan," jelasnya.

Atas keterangan yang diberikan pihak Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Penasihat Hukum Indra Agus Lukman kembali memberikan klarifikasi atas kebijakan yang diterima oleh kliennya.

Ia mengaku pihaknya baru mengetahui bahwa kliennya merupakan tahanan Pengadilan Tipikor Pekanbaru, sementara, kata Rizki JP Poliang selama ini pihaknya tidak pernah menerima surat penetapan penahan dari Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

"Hari ini kami baru dikasih oleh pihak Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi terkait tentang penahanan terhadap klien kami, baru hari ini. Meskipun demikian karena secara formil perkara ini batal demi hukum maka secara Mutatis Mutandis sekali lagi kami sampaikan pokok perkara itu gugur tidak mungkin secara materil perkara itu disidangkan karena secara formil cacat, artinya apa, pihak Kejari Kuansing tidak mau melaksanakan tugas dan fungsinya mengeksekusi prapid," tutup Rizki.

Baca Juga: IKMR Gelar Mubes IV pada 12-14 November, Bakal Dihadiri Gubernur Riau dan Sumbar

Sumber: haluanriau.co

Halaman:
1
2
3

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluanriau.co

Tags

Terkini

Meresahkan, 8 "Pak Ogah" Diamankan Satpol PP Padang

Senin, 24 Januari 2022 | 21:15 WIB

Pemko Pariaman Cek Kelayakan Kendaraan Dinas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB
X