Wah, Pengguna Narkotika Tidak Lagi Dituntut Hukuman Penjara

Dodi Caniago
- Minggu, 7 November 2021 | 22:25 WIB
Ilustrasi. Net
Ilustrasi. Net

 

HARIANHALUAN.COM - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memerintahkan agar para jaksa penuntut umum (JPU) di seluruh Indonesia menerapkan konsep keadilan restoratif, berupa rehabilitasi dalam setiap penuntutan di pengadilan bagi para pengguna narkotika.

Baca Juga: Ribuan Wisatawan Mancanegara akan Tiba, Sandiaga Uno: Desa Wisata Agar Bersiap

Kejaksaan Agung tak lagi menjadikan pemidanaan badan atau pemenjaraan sebagai hukuman terhadap pengguna narkotika.

Perintah Burhanuddin tersebut tertuang dalam Pedoman Jaksa Agung 18/2021 yang sudah diterbitkan. “Tujuan ditetapkannya Pedoman Jaksa Agung tersebut, untuk optimalisasi penyelesaian penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika melalui rehabilitasi dengan pendekatan keadilan restoratif sebagai pelaksanaan asas dominus litis jaksa, pengendali perkara,” begitu kata Burhanuddin, dalam keterangan resmi, seperti dikutip republika.co.id, Ahad (7/11/2021).

Pedoman tersebut diterbitkan dan diterapkan mulai 1 November 2021.

Kata dia, sebetulnya pedoman tersebut sebagai basis pelaksanaan penuntutan oleh seluruh jaksa terhadap perkara yang terkait dengan Undang-undang (UU) 35/2009 tentang Narkotika. Khususnya menyangkut tentang para pelaku penyalahgunaan narkotika dalam Pasal 127 ayat (1).

Selama ini, pasal tersebut berorientasi pada penghukuman satu sampai empat tahun kepada pengguna narkoba. Menurut Burhanuddin, hal itu berujung pada persoalan serius yang dihadapi sistem pemidanaan saat ini. Yaitu penuhnya seluruh fasilitas pemenjaraan yang didominasi oleh para pengguna narkotika.

“Isu overcrowding telah menjadi perhatian serius masyarakat, dan pemerintah sebagaimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menangah 2020-2024,” ujar Burhanuddin.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Wanita Asal Cina Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:48 WIB
X