Dipolisikan Karena Kritik Pidato Jokowi, Greenpeace Indonesia : Data Kami Valid

Dodi Caniago
- Senin, 15 November 2021 | 00:03 WIB
Pembukaan lahan hutan untuk proyek food estate di Sepang, Gunung Mas, Kalimantan Tengah. ( Muhamad Habibi / Save Our Borneo / Greenpeace )
Pembukaan lahan hutan untuk proyek food estate di Sepang, Gunung Mas, Kalimantan Tengah. ( Muhamad Habibi / Save Our Borneo / Greenpeace )

HARIANHALUAN.COM - Greenpeace Indonesia membantah laporan Ketua Cyber Indonesia Husin Shahab ke Polda Metro Jaya terkait kritik Greenpeace Indonesia terhadap pidato Jokowi soal deforestasi di KTT COP26 di Glasgow.

Baca Juga: Gegara Kritik Jokowi, Greenpeace Indonesia Dilaporkan ke Polisi

"Data kami valid. Sama sekali tidak ada kabar bohong. Kita menyampaikan berdasarkan data dan fakta, bahkan data berasal dari KLHK sendiri," kata Ketua Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak seperti dilansir kompas.tv, Minggu (14/11/2021).

"Bahwa kami menyampaikan perspektif, kita perlu melihat ada satu titik pada 2011 yaitu moratorium izin-izin baru sebagai penanda," ungkapnya.

Dari data tersebut, pihaknya menganalisis dalam rantang waktu 8 tahun sebelum dan 8 tahun sesudah moratorium terjadi peningkatan deforestasi.

"Kemudian dari situ kami mnganalisis bahwa sebelum moratorium tersebut 2003-2011, dan sesudahnya 2011-2019 sebenarnya terjadi peningkatan jumlah deforestasi. 2,45 juta hektare sebelum dan 4,8 juta hektare sesudah moratorium," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Leo juga menekankan bahwa pihaknya tidak menganalisis berdasarkan basis masa pemerintahan.

Diketahui, moratorium awalnya ditetapkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2011 silam, kemudian diteruskan, serta dipermanenkan oleh Jokowi.

"Jadi itu merupakan titik penanda yang sah menurut kami, dan ini adalah soal kebebasan intelektual, kami bisa memberikan analisa semacam itu," tutur Leo.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: kompas.tv

Tags

Terkini

BPKB Dishub Kota Pariaman Terapkan Pembayaran Online

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:13 WIB

Pelaku Pembunuhan Guru TK Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:34 WIB
X