Kucing Hutan, Kukang dan Trenggiling Dilepasliarkan di Padang

- Senin, 15 November 2021 | 12:08 WIB
Kucing Hutan, Kukang dan Trenggiling Dilepas Liarkan di Padang
Kucing Hutan, Kukang dan Trenggiling Dilepas Liarkan di Padang

PADANG, HARIANHALUAN.COM - 3 Ekor Satwa dilindungi masing-masing jenis Kucing hutan, Kukang dan Trenggiling dilepasliarkan di hutan Pendidikan Biologi Universitas Andalas Padang yang berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Barisan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ardi Andono mengatakan satwa liar tersebut dapat menjalankan fungsinya dalam menjaga keseimbangan ekosistem di alam.  

"Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip etika dan kesejahteraan satwa “Animal Welfare” yang harus diterapkan untuk menjamin satwa tidak menderita dan tetap lestari baik di luar habitatnya (Ex-situ) maupun di dalam habitatnya (In-situ) 

Sejalan dengan prinsip-prinsip Animal Welfare serta dalam upaya mendukung pelestarian satwa liar secara In-situ guna mempertahankan populasi satwa liar di habitatnya," sebutnya.

Pelepasan dilakukan pada 11 November 2021, BKSDA Sumatera Barat bersama-sama dengan akademisi dan mahasiswa Jurusan Biologi Unand melakukan pelepasliaran satwa dilindungi jenis kucing hutan (Prionailurus bengalensis), kukang (Nycticebus coucang) dan trenggiling (Manis javanica) di hutan Pendidikan Biologi Universitas Andalas (Unand) Padang yag berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Suaka Margasatwa Barisan.

"Pelibatan akademisi dan mahasiswa tersebut sebagai bentuk dukungan untuk turut berperan aktif dalam kegiatan perlindungan satwa di habitat alaminya dan mencegah terjadinya perburuan satwa untuk diperdagangkan," ujarnya.

Sebelumnya kucing hutan tersebut merupakan satwa serahan masyarakat bulan Mei 2021, dan saat diserahkan berumur lebih kurang 1 bulan, sehingga harus dilakukan rehabilitasi sementara di Tempat Transit Satwa (TTS) Balai KSDA Sumbar sampai siap untuk dilepasliarkan.  

Sedangkan kukang diserahkan masyarakat dalam kondisi sehat dan masih memiliki sifat liar serta berumur dewasa sehingga hanya menjalani perawatan sementara di TTS lebih kurang 2 minggu untuk mengembalikan kondisi psikisnya. 

Untuk satwa trenggiling merupakan satwa serahan masyarakat yang sebelumnya ditemukan disekitar pemukiman sedang menyeberang jalan dan sempat dirawat masyarakat selama 3 hari hari. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Pemko Pariaman Lakukan Pengamanan Aset Daerah

Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:48 WIB

Volume Sampah Kota Pariaman Alami Peningkatan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:17 WIB
X