Di Ajang Digital Technopreneur Fest, Dua Menteri Minta HIPMI Menjadi Pendorong Ekonomi Digital

- Jumat, 19 November 2021 | 18:24 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Menteri BUMN Erick Thohir meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi pendorong ekonomi digitl di Indonesia. Ke depan, ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh hingga 800% pada 2030.

"Sekarang kita hebat, kerja di batu bara, kerja di nikel dan lain-lain, tetapi anda akan lebih hebat kalau anda bisa menciptakan disrupsi. HIPMI harus menjadi pendorong ekonomi digital,” kata Muhammad Lutfi dalam acara Digital Technopreneur Fest dan Technopreneur Campus FORBIS 2021, Jumat (19/11/2021).

Mendag memaparkan, saat ini ekonomi Indonesia secara GDP sekitar Rp 15.400 triliun atau setara US$ 1,1 triliun. Pada 2030, ekonomi Indonesia Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 1,5 kali lipat menjadi Rp 24.000 triliun hingga Rp 30.000 triliun, di mana exposure dari ekonomi digital akan tumbuh dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun.

"Ekonomi digital akan tumbuh 800% dalam 9 tahun ke depan. Adapun yang terbesar adalah e-commerce yang akan merajai sekitar Rp 1.900 triliun. Kemudian, health sekitar Rp 476 triliun dan education sekitar Rp 160 triliun. Dua hal ini penting untuk membantu membentuk golden generation kita,” ujarnya.

Baca Juga: Brian Putra Bastara: Juara Tiga di Digital Technopreneur Fest, Cherry Lenggogeni Bikin Bangga HIPMI Sumbar

Lutfi menambahkan, sejauh ini Singapura masih menguasai jumlah startup unicorn di kawasan Asia Tenggara. Ia berharap pengusaha HIPMI bisa ikut terjun ke dalam ekonomi digital, sehingga ke depan akan lahir lebih banyak lagi startup unicorn di Indonesia.

“Jadi saya minta tolong kepada penerus ekonomi Indonesia. Kita boleh bangga ada Gojek, ada Tokopedia. Tetapi sebenarnya yang terbesar itu datangnya dari Singapura. Rakyatnya lima juta, tetapi menguasai ekonomi digital di Asia Tenggara,” kata Lutfi.

Sementara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengingatkan para pengusaha muda Indonesia untuk terus beradaptasi dengan sistem digital dalam menjalankan operasional usahanya. Sebab, tekanan kemajuan teknologi semakin kuat sehingga mau tidak mau tren digitalisasi harus mampu diimbangi para pelaku usaha.

"Saat ini kita hadapi tekanan disrupsi teknologi di mana digitalisais menjadi suatu hal yang sangat amat menekan kita semua," kata Erick dalam Technopreneur Fest Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Jumat (19/11).

Erick mengatakan, selain tekanan digitalisasi yang semakin kuat, arus globalisasi serta tekanan kesehatan di masa pandemi juga datang bersamaan. Hal itu menjadi upaya transformasi terberat yang harus dilalui Indonesia baik oleh pemerintah maupun dunia usaha.

Halaman:

Editor: Muhammad Rayhan

Tags

Terkini

X