DPAP2KB Bukittinggi Tanggapi Maraknya Kekerasan Seksual di Sumbar

- Sabtu, 20 November 2021 | 20:21 WIB
ilustrasi kekerasan seksual (pexels)
ilustrasi kekerasan seksual (pexels)

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Tingginya angka kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual satu bulan teralhir di Sumatra Barat, menjadi perbincangan di setiap kalangan.

Kamis (18/11/2021) lalu, LBH Padang mengeluarkan pernyataan sikap "Sumatra Barat Darurat Kekerasan Seksual". Ternyata hal tersebut menjadi peringatan dini di setiap kota/kabupaten di Sumatra Barat.

Emmalia Yuli Israwanti, S.Psi, Psikolog, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, DPAP2KB Kota Bukittinggi, menanggapi kasus kekerasan seksual di beberapa pemberitaan akhir-akhir ini.

Ia mengatakan, pihaknya pernah melakukan edukasi kepada para guru tentang kekerasan seksual. Namun itu sudah sudah beberapa waktu yang lalu.

"Untuk tahun 2021 ini belum secara spesifik kearah kekerasan seksual. Tidak dapat terfokus karena banyaknya jenis kekerasan," tuturnya kepada Harianhaluan.com, Sabtu (2011/2021).

Kedepannya, ia menuturkan, pihaknya akan melakukan klasifikasi kembali tentang jenis-jenis kekerasan dan pencegahan dininya. Mengikat tingginya angka kasus yang terjadi akhir-akhir ini.

Kasus-kasus yang terjadi saat ini, banyaknya kekerasan seksual terjadi di lingkungan keluarga. Untuk itu, Emmalia mengungkapkan, pihaknya tetap akan melaksanakan sekolah keluarg untuk mengedukasi orang tua tentang parenting dan pencegahan dini kasus kekerasan seksual di lingkungan keluarga.

Dalam sekolah keluarga tersebut, pemateri didatangkan dari para ahli dan psikolog untuk berbagi ilmu dan pengenalan jenis-jenis kekerasan di lingkungan terkecil. Tujuannya agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dideteksi sejak dini.

Sekolah keluarga juga bertujuan untuk bagaimana agar orang tua di rumah bisa memaksimalkan fungsi pengasuhan terhadap anak. Agar anak tidak terabaikan di lingkungan terkecilnya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

32 ASN Padang Panjang Terima Vaksin Booster

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:13 WIB

1,9 Juta Pengaduan Masuk ke SP4N LAPOR

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:15 WIB
X