Sejumlah Areal Sawah di Kota Solok Kekeringan Akibat Kemarau

Heldi Satria
- Senin, 22 November 2021 | 14:52 WIB
Areal sawah di Kelurahan Tanah Garam  Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok yang mengalami kekeringan.  (Alfian)
Areal sawah di Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok yang mengalami kekeringan. (Alfian)

 

SOLOK, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah areal sawah di Kota Solok mulai kekeringan dan rengkah akibat dilanda musim panas sejak 20 hari belakangan. Areal sawah yang mengalami kekeringan itu tanaman padi berumur 15 hari hingga 1 bulan setelah tanam.

Dari hasil pantauan harianhaluan.com di lapangan terlihat sawah- sawah yang mengalami kekeringan itu umumnya memiliki irigasi non teknis, kecuali untuk areal sawah Solok yang berada di kiri dan kanan kantor Balaikota Solok masih aman untuk pengairan.

Jika hujan tidak turun dalam 2-4 hari kedepan dikuatirkan terjadi gagal panen bagi pemilik sawah dan harus melakukan persemaian kembali karena padi pada fase tersebut membutuhkan air untuk pertumbuhan.

Baca Juga: Jumlah Subscriber YouTube Disalip Ria Ricis, Ini Kata Atta Halilintar

Sejumlah petani kepada Harianhaluan.com Senin( 22/11) mengaku sangat heran tidak turunnya hujan sejak 20 hari lalu. Selama bulan November ini tidak turun hujan pada hal sebelumnya bulan September dan Oktober intensitas hujan sangat tinggi dan bulan November merupakan musim hujan, ujar Nurleli.

Kita tidak habis pikir, di daerah lain hujan hampir saban hari membasahi bumi persada, namun di Kota Solok dan sekitarnya tidak ada hujan turun. Langit sudah mendung bertanda hujan akan turun, kondisi itu hampir tiap sore dan malam hari terlihat.

Tidak lama kemudian berhembus angin sangat kencang, langit yang mendung membawa hujan hilang kembali, pada hal disejumlah bukit barisan sudah gelap bertanda hujan akan turun, tambah Bujang seorang petani di Kelurahan Kampung Jawa.

Tidak turunnya hujan, malahan petani mengait- ngaitkan dengan sedang adanya pekerjaan pembangunan tapi itu bersifat praduga saja, sebab katanya, sangat jarang terjadi selama ini atas adanya perubahan iklim. Sore hari sudah gelap bertanda hujan akan turun, namun hilang kembali yang disertai angin kencang.
Terlepas dari semua itu, baik Nurlela maupun Bujang mengajak semua petani perlu dilakukan shalat minta hujan. Hanya kepada Yang Maha Kuasa meminta pertolongan. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: alfian

Tags

Terkini

Walikota Pariaman Tinjau Kondisi Terkini Youth Center

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:10 WIB
X