Berkat BPJS Kesehatan, Warga Payakumbuh Ini Berani Berobat ke Rumah Sakit

- Selasa, 23 November 2021 | 09:40 WIB
Masdodi (43), warga Tanjuang Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat.
Masdodi (43), warga Tanjuang Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat.

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Masdodi (43), warga Tanjuang Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, mengaku berani datang ke rumah sakit untuk berobat dengan bermodal kartu Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pria yang akrab disapa Dodi itu, bersyukur sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Lima anak dan istrinya sudah ter-cover program JKN-KIS dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Sehingga, dirinya berprofesi sebagai pembuat batu batako itu, tidak memikirkan lagi biaya untuk berobat keluarganya.

Baca Juga: Afdal: Iuran JKN-KIS Sama dengan Tabungan Kesehatan Bergotong Royong

"Saya sudah sejak 2015 ter-cover program JKN-KIS bersama anak dan istri," ucapnya.

Dodi, mengaku sangat terbantu dengan adanya kartu JKN-KIS. Bahkan, biaya bersalin anak ke-3, 4 dan 5 saat lahir di RS Bersalin Annisa di Jalan Sukarno Hatta Kota Payakumbuh, semuanya gratis. Hanya anak pertama dan dua yang bersalin harus membayar karena belum punya kartu BPJS Kesehatan. Untuk biaya bersalin saat itu cukup tinggi.

Baca Juga: Jufri: Generasi Milenial Perlu Dibekali Kartu JKN-KIS

"Selain untuk bersalin, saya juga pernah berobat ke-Puskesmas di Ibuah. Saat itu saya sakit gigi, sebanyak 4 kali berulañg-ulang dalam waktu yang berbeda dan akhirnya saya harus cabut gigi. Kemudian saya juga periksa gula darah, asam urat penyakit lainnya. Dan semuanya itu gratis, tidak membayar sedikutpun," katanya.

Bahkan saat periksa rontgen di Ibnu Sina, ia sempat dirujuk ke RS di Padang. "Ini untuk pencabutan gigi yang kedua harus operasi ringan di Padang. Dan yang pertama sukses tidak di operasi, hanya di puskesmas Ibuah saja. Untuk semua itu tidak ada biaya sedikutpun, hanya cukup melihatkan kartu BPJS Kesehatan saja," sebut Dodi penuh rasa syukur.

Sejak adanya kartu BPJS Kesehatan ia sedikit lega terutama saat Masdodi atau anggota keluarga yang sakit. Dengan hanya bermodalkan kartu BPJS Kesehatan ia dan keluarga sudah dapat datang kerumah sakit atau fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya dan keluarga.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

32 ASN Padang Panjang Terima Vaksin Booster

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:13 WIB

1,9 Juta Pengaduan Masuk ke SP4N LAPOR

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:15 WIB
X