Setelah Sita Mobil PDAM, Kejari Solok Selatan Libatkan BPKP Hitung Kerugian Negara

- Rabu, 24 November 2021 | 00:04 WIB
Tim Kejari Solok Selatan sita sejumlah dokumen dari PDAM Tirta Saribu Sungai
Tim Kejari Solok Selatan sita sejumlah dokumen dari PDAM Tirta Saribu Sungai

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Kejaksaan Negeri Solok Selatan (Kejari Solsel) usai melakukan penggeledahan dan penyitaan satu mobil operasional beserta dokumen-dokumen di PDAM Tirta Saribu Sungai, selanjutnya meminta tim ahli (auditor) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumbar.

Baca Juga: Satu Mobil Operasional PDAM Tirta Saribu Sungai Disita Kejari Solok Selatan

Langkah ini dilakukan Kejari Solsel untuk melakukan perhitungan kerugian negara akibat dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penyimpangan dana penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solsel kepada PDAM Tirta Saribu Sungai untuk kegiatan Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR MBR) tahun 2016-2017.

"Kita tentunya juga minta tim ahli (auditor) dari BPKP Sumbar untuk menghitung kerugian negara. Pasalnya, Kejari bukan ahlinya dalam menghitung kerugian negara," kata Kepala Kejari Solsel, M. Bardan pada Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, dengan sudah adanya surat permintaan dan surat tugas dari BPKP Sumbar maka, pihaknya akan secepatnya melengkapi data pendukung yang dibutuhkan dan diminta untuk memudahkan perhitungan kerugian keuangan negara.

"Koordinasi sudah dan alhamdulillah, dari BPKP Sumbar juga sudah kami terima surat tugasnya sehingga nantinya akan kami ekpose di Padang," lanjutnya.

Ditanya terkait adanya kemungkinan tersangka dari luar PDAM Tirta Saribu Sungai, M. Bardan mengatakan pihaknya bakal lakukan pers rilis. "Tersangka belum, sabar. Inysaallah setelah di ekspose dengan tim penyidik segera kita infokan," ujarnya.

Sebelumnya, Kejari Solsel pada Senin (22/11/2021) melakukan penggeledahan dan penyitaan mobil operasional serta dokumen di PDAM Tirta Saribu Sungai. Penggeledahan ini selain dipimpin Kejari juga melibatkan Kepala Tim Penyidik, Hironimus, Kasi Pidana Khusus, Khairul dan Plh.Kasi Intel, M.Erlangga.

"Selain dokumen juga kita sita mobil operasional. Jadi uang tersebut diduga digunakan salah satunya untuk membeli mobil Toyota Innova Reborn BA 1145 YP yang dibeli tahun 2017," ujar Bardan.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

'Garap' Kambing, Duda 60 Tahun Dihukum Cambuk

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:20 WIB

Kasus Melandai, Momentum untuk Genjot Vaksinasi

Kamis, 2 Desember 2021 | 07:41 WIB

Potong Anggaran untuk MPR, Ini Alasan Sri Mulyani

Kamis, 2 Desember 2021 | 06:10 WIB

Kasus HIV/AIDS di Bukittinggi Turun

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:30 WIB
X