Identitas Mayat yang Ditemukan Mengapung di Sungai Batang Saman Pasaman Barat Terungkap

- Kamis, 25 November 2021 | 19:55 WIB
(kiri) terlihat poto korban bersama temannya sewaktu masih hidup.
(kiri) terlihat poto korban bersama temannya sewaktu masih hidup.

PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM--Akhirnya mayat tanpa Identitas yang mengapung di tepi Sungai Batang Saman pada hari Kamis, (18/11/2021) yang lalu identitasnya berhasil diketahui. Hal itu terungkap setelah mendapatkan keterangan dari kakak kandung korban Hasan Duha (42) Tahun yang menyatakan itu merupakan jasad adeknya yang bernama Faotoli Duha (30) Tahun.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, penemuan mayat tanpa identitas tersebut, berawal sewaktu Intin dan Iyan yang merupakan masyarakat setempat melihat sesosok mayat laki-laki yang tersangkut pada batang gelagah yang berada dipinggir aliran sungai Batang Saman dalam posisi tertelungkup. Penemuan itu terjadi disaat mereka pergi ke kebun dengan menggunakan perahu.

Setelah penemuan itu, masyarakat langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Pasaman, kemudian tim dari Polres Pasbar, Polsek Pasaman serta BPBD dan masyarakat langsung menuju TKP dan berhasil melakukan evakuasi terhadap korban sekitar pukul 12.10 Wib.

Kapolsek Pasaman, IPTU Rosminarti kepada Wartawan, Kamis (25/11/2021) di kantornya menyampaikan bahwa berdasarkan Laporan Tuntas Nomor : LT/17/ XI/ 2021/Sek-Psm, tanggal 18 November 2021, tentang temu Mayat MR X (tanpa identitas ) di aliran Sungai Batang Pasaman, Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak dan berhasil menemukan identitas korban.

"Akhirnya kita berhasil menemukan identitas korban setelah sebelumnya kita melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak yang dirasa bisa memberikan petunjuk dan keterangan,"ungkap Rosminarti.

Rosminarti menjelaskan, dari hasil keterangan yang diperoleh dari abang kandung korban, Hasan Duha (41) yang beralamat di Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, mayat tanpa identitas tersebut merupakan adik kandungnya. Hal itu diketahuinya setelah melihat di media sosial (FB) milik anaknya dan mencocokkan baju dan celana yang dipakai oleh korban.

"Kakak korban mengakui mengetahui kejadian pada tanggal (19/11) dengan melihat di media FB milik anaknya dan mengakui korban merupakan adik kandungnya dengan mencocokkan baju dan celana korban yang persis sama dengan yang dipakai oleh adiknya pada saat pergi dari kediamannya pada, Selasa (16/2021) sebelum kejadian,"jelasnya.

Kapolsek menambahkan, dari keterangan kakak korban, diketahui korban bernama Faotoli Duha, Umur 30 tahun, Suku Nias, Agama Katholik, Pekerjaan Petani, warga Jorong Padang Panjang, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman. Selama masih hidup adiknya memang mengidap suatu penyakit yang mana seolah-olah selalu dikejar-kejar oleh orang lain.

"Usai mengetahui identitas korban, keluarga korban langsung menghubungi pihak RS.bIbnu Sina (YARSI) Simpang Empat tempat dilakukan pemeriksaan luar (VER) terhadap korban, dan mendatangi Makam Korban di TPU Jorong Padang Tujuah, Nagari Aua Kuniang Kecamatan Pasaman,"paparnya mengakhiri. (*)

 

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

PLN Sumbar Kenalkan Motor Listrik ke Pejabat Publik

Kamis, 9 Desember 2021 | 19:32 WIB
X