Tuntut Perbaikan Nasib Guru Honor, Aliansi BEM se-Sumbar Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur

- Kamis, 25 November 2021 | 21:15 WIB
Aliansi BEM se-Sumbar Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur (Jefrimon)
Aliansi BEM se-Sumbar Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur (Jefrimon)

PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumatra Barat (BEM SB) berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatra Barat. menuntut perbaikan nasib bagi guru honorer, pada Kamis (25/11/2021).

Dalam pantauan, Harianhaluan.com, dalam aksi demo yang berlangsung pada pukul 14:30 Wib, mahasiswa menyampaikan aspirasi guru-guru agar pemerintah bisa berlaku adil terhadap guru honorer yang saat ini terancam kesejahtraannya.

"Guru honorer bukan budak pendidikan, angkat guru honorer jadi ASN, kerja maksimal gaji minimal, Sumbar gagal prioritaskan guru honorer, harapan impian kesejahteraan," bunyi tulisan spanduk saat orasi mahasiswa.

Baca Juga: 2 Orang Meninggal Dalam Peristiwa Rombongan Wisatawan Tertimbun Longsor di Gianyar

Presiden mahasiswa Universitas Negeri Padang, Imam Wahyudi, dalam orasinya menilai bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatra Barat (Sumbar) belum memprioritaskan guru honorer dalam kebijakannya, terutama dalam memaksimalkan realisasi jatah kuota guru honorer untuk diangkat melalui mekanisme Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

"Pemerintah pusat telah memberikan jatah sebanyak 3 ribu kuota formasi untuk guru honorer mengikuti PPPK, namun dalam realisasinya ternyata Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatra Barat hanya mengusulkan sebanyak 750 kuota," ujar Imam.

menurut imam, kondisi tersebut menyebabkan terjadinya surplus kuota Sumatra Barat yang tidak dapat dimaksimalkan dan berujung dengan merosotnya jumlah guru honorer yang memiliki peluang untuk diangkat sebagai pegawai PPPK di Sumatra Barat.

"Berkurangnya jumlah kuota usulan dari Pemda Sumbar kepada pusat mengenai pengangkatan guru honorer ini, telah menjadi indikasi bahwasanya pemprov Sumbar belum memiliki keberpihakan yang jelas terhadap nasib guru honorer yang padahal memiliki tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa lewat UUD 1945," ungkap Imam.

setelah beberapa saat secara bergantian menyampaikan aspirasi di halaman kantor Gubernur,dalam Aksinya mahasiswa juga sempat meminta Gubernur Mahyeldi Ansharullah untuk datang langsung menemui mereka, namun hingga berakhirnya aksi tersebut, Gubernur Mahyeldi tak kunjung datang dan hanya diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Adib Alfikri.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Kota Sawahlunto Dapat Dua Penghargaan dari JKPI

Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:11 WIB

Wakapolda Tinjau Sumdarsin di Polda Sumbar

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:43 WIB

Perguruan Thawalib Peringati Hari Disabilitas

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:44 WIB

Gubernur Sumbar Resmikan Surau Al-Ikhlas Taluak Agam

Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:32 WIB
X