Azka Aufary Ramli: Era Disrupsi, Generasi Milenial Harus Kembangkan Skill

- Jumat, 26 November 2021 | 17:25 WIB
Ketua Kompartemen BPD HIPMI Sumbar, Azka Aufary Ramli.
Ketua Kompartemen BPD HIPMI Sumbar, Azka Aufary Ramli.

 

HARIANHALUAN.COM – Kehadiran teknologi digital mendatangkan berbagai tantangan terutama bagi generasi milenial. Pada era ini, tenaga kerja manusia yang awalnya menjadi tumpuan utama perekonomian sebuah negara, sedikit demi sedikit mulai tergantikan oleh mesin.

Ketua Kompartemen BPD HIPMI Sumbar, Azka Aufary Ramli berpendapat bahwa Revolusi industri 4.0 ini bisa menjadi ancaman yang akan menimbulkan pengangguran massal di masa depan.

“Akibat revolusi industri, terjadi perubahan besar (disrupsi) di semua lini kehidupan baik cara bekerja, belajar, berbisnis, bertransaksi dan bersosialisasi. Perubahan yang paling mengkhawatirkan adalah terjadinya pengangguran massal karena beberapa pekerjaan lama yang sudah tidak relevan lagi,” ucapnya.

Sementara itu menurut data World Economic Forum (WEF), sekitar 7,1 juta tenaga kerja berpotensi kehilangan mata pencaharian. McKinsey Global Institute juga memprediksi perkembangan industri 4.0 akan menghilangkan sekitar 800 juta lapangan kerja yang ada.

Di sisi lain, Indonesia sendiri akan memasuki periode bonus demografi pada 2030 yang mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan mencapai 70% terhadap total angkatan kerja.

Kondisi ini akan berdampak pada peningkatan jumlah angka pengangguran yang pada akhirnya akan menjadi beban pemerintah jika tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu menurut Azka, para generasi milenial perlu membekali diri dengan berbagai keterampilan yang selaras dengan perkembangan zaman agar bisa bersaing di tingkat global.

“Kita perlu menyiapkan generasi-generasi milenial yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi mengingat revolusi indutsri juga berdampak pada munculnya pekerjaan-pekerjaan baru yang tentu saja membutuhkan keterampilan (skill) baru,” ujarnya.

“Dalam pandangan saya, anak-anak muda harus memiliki inisiatif dan terus belajar mengembangkan keterampilannya. Sudah saatnya generasi muda menyiapkan diri dengan keahlian baik hard skill maupun soft skill. Menguasai keahlian yang revelan dengan kondisi saat ini adalah sebuah keharusan,” lanjutnya lagi.

Halaman:

Editor: Muhammad Rayhan

Tags

Terkini

X