Pemkab Tanah Datar Berikan Kartu JKN-KIS pada Orang yang Tepat

- Sabtu, 27 November 2021 | 18:47 WIB
 Ali Umar mengaku berani mondar mandir keluar masuk puskesmas dan rumah sakit, karena memiliki selembar kartu yakni JKN-KIS.
Ali Umar mengaku berani mondar mandir keluar masuk puskesmas dan rumah sakit, karena memiliki selembar kartu yakni JKN-KIS.

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Menjadi salah seorang penerima kartu jaminan kesehatan nasional-kartu indonesia sehat (JKN-KIS) dari Pemerintah, Ali Umar (65), warga Jorong Abdurrahman, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, bersyukur.

Menurut Ali Umar, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, sudah memberikan kartu JKN-KIS kepada orang yang tepat. Mengingat, sebut Ali Umar, dirinya dalam kondisi sakit sejak tahun 2017 silam. Dan baru Dua minggu lalu tepatnya awal bulan November 2021 ini selesai operasi di RSUD Batusangkar.

Sebelumnya, Ali Umar, mulai sejak tahun 2017 silam sudah mondar mandir masuk keluar puskesmas dan RSUD untuk periksa kesehatan. Bahkan, ada beberapa kali harus menjalani rawat inap di puskesmas Lintau Buo. Bahkan pada akhir Oktober 2021 ini harus pasang kateter. Hingga membuat Ali Umar makin intens untuk periksa kesehatan.

Bekerja sebagai buruh tani, Ali Umar mengaku berani mondar mandir keluar masuk puskesmas dan rumah sakit, karena memiliki selembar kartu yakni JKN-KIS. Bila harus dibayar dengan uang kontan, dirinya mengaku sulit dan tidak sanggup untuk membayar biaya berobat sejak tahun 2017 silam itu. "Untung saya punya kartu JKN-KIS. Jadi Pemerintah sudah tepat memberikan kartu kepada saya, karena memang saya sedang sakit," ungkapnya.

Disampaikannya, biaya rawat inap dan operasi di RSUD Batusangkar, cukup besar dan berkisar puluhan juta rupiah. Kemudian, biaya pasca operasi atau kontrol kesehatan ke-RSUD Batusangkar, juga cukup mahal. Pasca operasi dirinya harus beberapa kali melakukan kontrol, mengingat ada infeksi sedikit dari luka pasca operasi.

"Awalnyo Dua kali kontrol, kemudian karena infeksi sedikit harus tambah satu kali kontrol lagi. Kalau dibayar dengan uang kantong kita tentu mau tidak mau harus dicari apakah beeutang atau menjual dulu,"katanya.

Seluruh biaya berobat sejak tahun 2017 lalu, sampai operasi dan rawat inap serta perawatan pasca operasi atau kontrol ke-RSUD Batusangkar, dirinya mengakui tidak mengeluarkan biaya sedikitpun alias gratis dan semua hanya tinggal memperlihatkan kartu JKN-KIS saja. "Semua ditanggung JKN-KIS, terimakasih BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah," ucapnya senang kini sudah kembali pulih dari sakitnya.

Menurutnya, dengan kartu JKN-KIS dirinya dilayani dengan cepat oleh petugas kesehatan di RSUD Batusangkar. "Terimakasih Dokter dan perawat serta petugas kesehatan di RSUD Batusangkar. Saya merasakan pelayanan yang cepat dan memuaskan," sebutnya berterimakasih. (*)

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Kominfo Padang Studi Tiru ke Kominfo Padang Panjang

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:40 WIB
X