Masyarakat Pasbar Keluhkan Pengrusakan Ratusan Hektare Tanaman Kebun oleh Perusahaan

- Sabtu, 27 November 2021 | 22:15 WIB
Salah seorang masyarakat saat menunjukkan kondisi lahan yang diduga sudah dirusak oleh PT Anam Koto.
Salah seorang masyarakat saat menunjukkan kondisi lahan yang diduga sudah dirusak oleh PT Anam Koto.

PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM- Ratusan hektar lahan perkebunan masyarakat Manggonang, Kejorongan Sungai Tanang, Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) di rusak oleh PT Anam Koto.

Meski sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, hingga saat ini belum ada tanggapan untuk langkah penyelesaian. Baca Juga: Bau Menyengat, Intan Temukan Mayat Kakaknya Terbaring Ditempat Tidur di Solok

Masyarakat mengaku pengrusakan itu sudah berlangsung dalam beberapa tahun belakangan. Ribuan batang tanaman masyarakat yang berada di Nagari Muara Kiawai tersebut mati akibat di racun dan di tebang oleh pihak perusahaan.

Salah seorang petani, AM Affandi mengatakan, lahan perkebunan kelapa sawit miliknya sudah dirusak oleh karyawan perusahaan dalam seminggu belakangan. Pohon kelapa sawit miliknya yang seluas lebih kurang 6,5 hektar, habis di tumbang dengan sinso dan diracun dengan BBM jenis solar.

"Baru saja mulai berbuah dan belum sempat panen, sudah di tebang oleh PT Anam Koto," ungkapnya kepada harianhaluan.com, Sabtu, (27/11/2021) di lokasi yang sedang bersengketa tersebut.

Affandi juga sangat menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang belum menanggapi masalah tersebut. Dirinya juga berharap, semoga pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan masalah tersebut, sehingga mereka dapat mendapatkan hak mereka kembali.

"Sudah di laporkan ke Polsek, tapi belum ada tanggapan. Semoga masalah ini dapat segera selesai, agar hak kami dapat segera kembali," ucapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Manggonang, H. Basrah Lubis mengatakan, kejadian pengrusakan tanaman masyarakat tersebut sudah terjadi semenjak tahun 2017 silam. Pihak perusahaan mengaku, lahan masyarakat merupakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) mereka.

"Lahan ini sudah dipinjamkan oleh Ninik mamak penguasa Ulayat semenjak 1971 silam. Hingga saat ini, kami belum pernah menyerahkan tanah Ulayat seluas 300 hektar itu kepada siapa pun," ucapnya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Pemkab Pessel Terima CSR Bank Nagari untuk Pendidikan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:01 WIB
X