Suap Kuota Rokok, KPK Ungkap Aliran Dana ke Bupati Bintan

Dodi Caniago
- Senin, 29 November 2021 | 04:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi


HARIANHALUAN.COM - Aliran dana suap yang diduga diterima Bupati Bintan Apri Sujadi (AS), terus diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). AS telah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Baca Juga: Kapolres Karimun Rebus 6,3 Kg Sabu Selundupan dari Luar Negeri

Pungusutan itu terkait dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2016-2018.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menyatakan aliran dana suap tersebut dikonfirmasi kepada ajudan tersangka Apri Sujadi, Rizki Bintani. Kasubag Fasilitasi dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Bintan itu bersama dengan seorang pihak swasta, Norman diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Apri Sujadi dan kawan-kawan.

"Kedua saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan aliran uang yang diterima oleh tersangka AS dan pihak terkaitnya baik sebelum diberikannya izin kuota rokok dan minuman beralkohol di BP Bintan hingga terbitnya izin dimaksud," kata Ali Fikri dikutip republika.co.id, Minggu (29/11).

Keterangan kedua saksi dibutuhkan guna melengkapi berkas perkara para tersangka dalam kasus tersebut.

Di waktu berbeda, KPK juga telah memeriksa tersangka Apri Sujadi pada Kamis (25/11) lalu. Tim penyidik KPK memeriksa Apri Sujadi dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam perkara dimaksud.

"Dikonfirmasi terkait barang bukti berupa beberapa dokumen perizinan kuota rokok dan minuman beralkohol di BP Bintan yang diduga telah diatur siapa saja yang akan di mendapatkan izin kuota dimaksud," kata Ali lagi.

Dalam perkara ini, lembaga antirasuah itu telah menetapkan dua tersangka, yaitu Apri Sujadi (AS) dan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan, Mohd Saleh H Umar (MSU). KPK menduga perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 250 miliar.

Baca Juga: Gawat, Rambu Penanda Laut di Karimun Lenyap

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Hendri Septa Buka Musrenbang Koto Tangah Padang 2023

Selasa, 25 Januari 2022 | 20:30 WIB
X