Paragon Gelar Seminar Hari Guru di INS Kayutanam

- Senin, 29 November 2021 | 18:15 WIB
Miftahuddin Amin (EVP and CAO Paragon) menyerahkan cinderamata kepada Abinul Hakim (Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat), Sabtu (27/11). IST
Miftahuddin Amin (EVP and CAO Paragon) menyerahkan cinderamata kepada Abinul Hakim (Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat), Sabtu (27/11). IST

Guru-guru peserta seminar terlihat sangat antusias mengikuti seminar ini. Apalagi saat Ivan Ahda (Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru) tampil membawakan materi berjudul Kiat Menjadi Guru Inovatif untuk Proses Belajar yang Bermakna.

Menurut Ivan, pandemi Covid-19 telah membuat sistem pembelajaran di berbagai negara menjadi berubah. Termasuk di Indonesia, yang selama ini belajar secara luring, tiba-tiba harus belajar secara daring.

“Ada lima C yang paling penting bagi guru, saat mengajar. Yakni Choice (pilihan), yakni dengan membiarkan peserta didik menentukan pilihan saat belajar. Kemudian Collaboration (kolaborasi), yakni kolaborasi bersama untuk menguji hasil belajar, Communication (komunikasi) yakni manusia ditakdirkan untuk menjadi makhluk sosial, Critical thinking (berpikir kritis) untuk pemecahan masalah, serta Creativity (kreatif) dimana semua orang dituntut untuk mengembangkan sisi kreatifnya,” kata Ivan.

Ivan juga membagikan trik bagaimana kiat guru untuk menciptakan ruang kelas menjadi lebih inovatif. Yakni dengan Pola Pikir (bagaimana cara guru merancang dan menyampaikan konten pembelajaran). Kemudian, Refleksi Diri (menemukan bagaimana dan mengapa mereka mengajar dengan cara tertentu dan bagaimana respons dari siswa).

Berikutnya, Pertanyaan Terbuka untuk memancing ide, kolaborasi, dan kepemimpinan siswa. Kemudian, Lingkungan Belajar Fleksibel dengan mengatur ruang kelas yang kondusif untuk melakukan kolaborasi antar siswa. Kepribadian Siswa (siswa ekstrovert dan introvert menggunakan pendekatan/gaya pembelajaran yang berbeda). Penemuan Masalah (penemuan masalah dengan mengajukan pertanyaan kritis dan menerapkan cara-cara kreatif untuk memecahkan masalah).

Guru juga harus berani mengambil risiko dan gagal (Berikan proyek nyata dengan masalah untuk dipecahkan. Siswa perlu mengalami kegagalan untuk belajar, sebelum sukses). Kemudian, Model Kelas Terbalik (memberikan mereka tugas mencari tahu tentang bahan pembelajaran sebelum masuk kelas, sehingga waktu di kelas lebih banyak digunakan untuk berdiskusi dll).

Ivan juga menyarankan untuk mengundang Praktisi ke Kelas (Banyak inovator yang ingin memberi inspirasi di tengah-tengah siswa dan melibatkan kaum muda). Serta yang terakhir, Gunakan Support Platform (jelajahi berbagai platform pendukung kegiatan pembelajaran yang dapat merangsang kreativitas dan kolaborasi antar siswa saat kelas daring). (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Atviarni

Tags

Terkini

X