Perkara Ancaman Persetubuhan dengan Anak Tiri di Solok Selatan, JPU dan Terdakwa Nyatakan Banding

- Selasa, 30 November 2021 | 11:35 WIB
Ilustrasi  (Hans Kretzmann dari Pixabay)
Ilustrasi (Hans Kretzmann dari Pixabay)

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Seorang pria berinisial SY (57) warga Gaduang Nagari Lubuk Gadang Timur Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan di dakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan ancaman kekerasan memaksa anak tiri melakukan persetubuhan.

Baca Juga: Kronologi Suami Tikam Istri Hingga Meregang Nyawa di Bukittinggi

"Sebelumnya pada 4 Oktober 2021 Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Solok Selatan melakukan tuntutan pidana selama 20 tahun terhadap terdakwa. Dan pada 15 November 2021 Pengadilan Negeri Solok telah memutuskan dan menyatakan SY terbukti secara sah bersalah dan menjatuhkan pidana penjara 15 tahun," kata JPU Kejari Solsel, Hironimus Tafonao, SH, MH pada Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Marak Kekerasan Seksual, MUI Padang: Orang Tua dan Masyarakat Tingkatkan Pendidikan Agama

Dia mengatakan atas putusan Pengadilan tersebut Terdakwa melalui Penasihat Hukum menyatakan upaya Hukum Banding dan JPU juga menyatakan Banding. "Korban ketika peristiwa tersebut berlangsung masih berusia 15 tahun," ujarnya.

Menurutnya, kronologis berawal pada April 2020 sekira pukul 11.00 WIB, bertempat rumah orang tua korban sebut saja Bunga. Ketika itu Bunga sedang menyapu rumah, dimana pada saat itu ibu kandungnya sedang keluar rumah.

Lalu, SY memanggil Bunga dari dalam kamar dan menemui terdakwa yang sudah ada di dalam kamar tersebut.Baca Juga: Kronologi Suami Tikam Istri Hingga Meregang Nyawa di Bukittinggi

"Sehingga karena takut diancam sehingga Bunga terpaksa mengikuti keinginan jahat SY. Perbuatan tersebut dilakukan secara berulang kali terhadap Bunga sehingga anak korban selalu merasa ketakutan dan tidak berani menolak permintaan terdakwa atau melakukan perlawanan setiap kali terdakwa ingin menyetubuhi," katanya.

Bahwa akibat perbuatan terdakwa, imbuhnya, korban hamil dan telah melahirkan pada 26 Maret 2021 lalu, namun anak tersebut lahir dalam keadaan meninggal dunia. "Terdakwa saat ini mendekam di Rutan Muara Labuh," katanya.Baca Juga: Miris! Dua Bocah di Komplek Cendana Ini Dicabuli Kakek, Paman dan Kakak Kandungnya

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X